Mitos dalam Tradisi Sandhingan Jumat Manis pada Masyarakat Madura di Desa Jumerto Kabupaten Jember
| dc.contributor.author | Khusnul Khotimah | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-09T02:37:09Z | |
| dc.date.issued | 2024-07-10 | |
| dc.description | Reupload Repository 9 Februari 2026_Hasyim/Firdiana | |
| dc.description.abstract | Tradisi Sandhingan Jumat Manis merupakan hasil ketersinanggungan budaya suku jawa yang dipengaruhi kepercayaan anismisme, dinamisme, serta agama Hindu Buddha yang terlah mengakar kuat pada struktur masyarakat. Hasil dari kepercayaan-kepercayaan itu melebur bersama hasil budaya baru yakni kepercayaan agama islam yang tengah masuk dalam struktur masyarakat etnis madura. Tradisi Sandhingan Jumat Manis berkaitan dengan anjuran dalam hadist yang menjadi patokan hidup masyarakat islam di Desa Jumerto. Berawal dari kepercayaan dan ketaatan masyarakat tersebut kemudian terbentuk suatu tradisi yakni tradisi Sandhingan Jumat Manis. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur atau keluarga yang telah meninggal dunia yang datang untuk berdampingan pada malam jumat manis untuk meminta doa kepada kerabat yang ditinggalkan. Topik penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan dan mempertahankan kebiasaan yang ada pada masyarakat serta dapat menjadi rekam jejak bagaimana budaya dan masyarakat itu berubah dari waktu ke waktu yang ditunjukkan sebagai pengaruh global dan sebagai bentuk pengembangan budaya. Fokus masalah penelitian ini yaitu mendeskripsikan (1) wujud mitos, (2) makna simbolik, (3) nilai budaya, (4) fungsi mitos tradisi Sandhingan Jumat Manis, dan (5) pemanfaatan mitos tradisi Sandhingan Jumat Manis sebagai alternatif Materi pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Sumber data adalah informan yang memahami tradisi Sandhingan Jumat Manis. Data penelitian ini berupa hasil wawancara dan catatan etnografi. Teknik pengumpulan data yaitu teknik observasi, wawancara etnografi, observasi partisipan, dokumentasi, serta transkripsi dan penerjemahan. Teknik analisis data yang dilakukan dengan Teknik analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponen, dan analisis tema budaya. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu, instrumen panduan wawancara yang berupa pertanyaan dan garis besar pertanyaan, instrumen pemandu dokumentasi seperti buku catatan dan bolpoin, serta instrumen tambahan yakni dapat berupa laptop dan handphone. Selanjutnya prosedur yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi, tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penyelesaian. Hasil penelitian ini yang pertama adalah wujud mitos dalam tradisi Sandhingan Jumat Manis yang mencangkup dua hal yaitu, (1) wujud mitos berdasarkan isi berupa cerita awal tradisi Sandhingan Jumat Manis dan (2) wujud mitos berdasarkan prosesi berupa tahapan pelaksanaan tradisi Sandhingan Jumat Manis yang terbagi menjadi tiga tahapan yaitu, (a) menyiapkan sesajian, (b) serangkaian doa, serta (c) menshodaqohkan sesajian kepada masyarakat sekitar. Kedua, makna simbolik dalam tradisi Sandhingan Jumat Manis pada masyarakat Madura di Desa Jumerto terdapat pada sesajian yang digunakan dalam pelaksanaan tradisi tersebut meliputi, (1) nasi putih, (2) kopi hitam, (3) telur rebus, dan (4) doa. Ketiga, nilai budaya yang ditemukan dalam tradisi Sandhingan Jumat Manis pada masyarakat Madura di Desa Jumerto meliputi, (1) nilai budaya dalam hubungannya dengan Tuhan terlihat pada ketakwaan kepada Tuhan dan keyakinan tentang kekuasaan Tuhan, (2) nilai budaya dalam hubungannya dengan masyarakat tercermin pada potret saling memberi atau bersedekah terhadap masyarakat sekitar dan saling menghormati atau toleransi antarkelompok masyarakat. Keempat, tradisi Sandhingan Jumat Manis memiliki fungsi bagi masyarakat desa Jumerto diantaranya, (1) menjadi tuntunan bagi masyarakat Desa Jumerto, (2) menjalin kerukunan antaranggota masyarakat dengan saling tolong menolong, dan (3) mitos sebagai sarana pendidikan karena mengandung nilai-nilai budaya, norma-norma sosial, dan keyakinan tertentu. Kelima, hasil penelitian berupa wujud, makna sumbolik, nilai budaya, dan fungsi mitos tradisi Sandhingan Jumat Manis dapat digunakan sebagai alternatif materi pembelajaran bahasa Indonesia kelas XI di SMA materi Teks Eksplanasi Kurikulum 2013 Revisi dengan menggunakan KD 3.3 dan KD 4.3. Saran penelitian ini yaitu: (1) hasil penelitian ini masih terbatas karena hanya memuat beberapa pembahasan dalam tradisi Sandhingan Jumat Manis. Oleh karena itu, saran yang dapat diberikan bagi penelitian selanjutnya yaitu dapat menggunakan metode penelitian yang lain agar dihasilkan penelitian yang lebih spesifik mengenai tradisi Sandhingan Jumat Manis, (2) bagi guru Bahasa Indonesia di SMA, penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif materi pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XI Kurikulum 2013 Revisi materi teks eksplanasi, serta (3) bagi masyarakat diharapkan dapat tetap melestarikan tradisi Sandhingan Jumat Manisi yang merupakan bentuk tradisi akulturasi budaya-agama. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Sukatman, M.Pd., DPA: Fitri Nura Murti, S.Pd., M.Pd. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2223 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Mitos | |
| dc.subject | Tradisi Sandhingan Jumat Manis | |
| dc.subject | Masyarakat Madura | |
| dc.title | Mitos dalam Tradisi Sandhingan Jumat Manis pada Masyarakat Madura di Desa Jumerto Kabupaten Jember | |
| dc.type | Other |
