Mitos dalam Tradisi Sandhingan Jumat Manis pada Masyarakat Madura di Desa Jumerto Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Tradisi Sandhingan Jumat Manis merupakan hasil ketersinanggungan
budaya suku jawa yang dipengaruhi kepercayaan anismisme, dinamisme, serta
agama Hindu Buddha yang terlah mengakar kuat pada struktur masyarakat. Hasil
dari kepercayaan-kepercayaan itu melebur bersama hasil budaya baru yakni
kepercayaan agama islam yang tengah masuk dalam struktur masyarakat etnis
madura. Tradisi Sandhingan Jumat Manis berkaitan dengan anjuran dalam hadist
yang menjadi patokan hidup masyarakat islam di Desa Jumerto. Berawal dari
kepercayaan dan ketaatan masyarakat tersebut kemudian terbentuk suatu tradisi
yakni tradisi Sandhingan Jumat Manis. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk
penghormatan kepada leluhur atau keluarga yang telah meninggal dunia yang
datang untuk berdampingan pada malam jumat manis untuk meminta doa kepada
kerabat yang ditinggalkan. Topik penelitian ini diharapkan dapat membantu
meningkatkan dan mempertahankan kebiasaan yang ada pada masyarakat serta
dapat menjadi rekam jejak bagaimana budaya dan masyarakat itu berubah dari
waktu ke waktu yang ditunjukkan sebagai pengaruh global dan sebagai bentuk
pengembangan budaya. Fokus masalah penelitian ini yaitu mendeskripsikan (1)
wujud mitos, (2) makna simbolik, (3) nilai budaya, (4) fungsi mitos tradisi
Sandhingan Jumat Manis, dan (5) pemanfaatan mitos tradisi Sandhingan Jumat
Manis sebagai alternatif Materi pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan
etnografi. Sumber data adalah informan yang memahami tradisi Sandhingan Jumat
Manis. Data penelitian ini berupa hasil wawancara dan catatan etnografi. Teknik
pengumpulan data yaitu teknik observasi, wawancara etnografi, observasi partisipan, dokumentasi, serta transkripsi dan penerjemahan. Teknik analisis data
yang dilakukan dengan Teknik analisis domain, analisis taksonomi, analisis
komponen, dan analisis tema budaya. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu,
instrumen panduan wawancara yang berupa pertanyaan dan garis besar pertanyaan,
instrumen pemandu dokumentasi seperti buku catatan dan bolpoin, serta instrumen
tambahan yakni dapat berupa laptop dan handphone. Selanjutnya prosedur yang
dilakukan dalam penelitian ini meliputi, tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan
tahap penyelesaian.
Hasil penelitian ini yang pertama adalah wujud mitos dalam tradisi
Sandhingan Jumat Manis yang mencangkup dua hal yaitu, (1) wujud mitos
berdasarkan isi berupa cerita awal tradisi Sandhingan Jumat Manis dan (2) wujud
mitos berdasarkan prosesi berupa tahapan pelaksanaan tradisi Sandhingan Jumat
Manis yang terbagi menjadi tiga tahapan yaitu, (a) menyiapkan sesajian, (b)
serangkaian doa, serta (c) menshodaqohkan sesajian kepada masyarakat sekitar.
Kedua, makna simbolik dalam tradisi Sandhingan Jumat Manis pada masyarakat
Madura di Desa Jumerto terdapat pada sesajian yang digunakan dalam pelaksanaan
tradisi tersebut meliputi, (1) nasi putih, (2) kopi hitam, (3) telur rebus, dan (4) doa.
Ketiga, nilai budaya yang ditemukan dalam tradisi Sandhingan Jumat Manis pada
masyarakat Madura di Desa Jumerto meliputi, (1) nilai budaya dalam hubungannya
dengan Tuhan terlihat pada ketakwaan kepada Tuhan dan keyakinan tentang
kekuasaan Tuhan, (2) nilai budaya dalam hubungannya dengan masyarakat
tercermin pada potret saling memberi atau bersedekah terhadap masyarakat sekitar
dan saling menghormati atau toleransi antarkelompok masyarakat. Keempat, tradisi
Sandhingan Jumat Manis memiliki fungsi bagi masyarakat desa Jumerto
diantaranya, (1) menjadi tuntunan bagi masyarakat Desa Jumerto, (2) menjalin
kerukunan antaranggota masyarakat dengan saling tolong menolong, dan (3) mitos
sebagai sarana pendidikan karena mengandung nilai-nilai budaya, norma-norma
sosial, dan keyakinan tertentu. Kelima, hasil penelitian berupa wujud, makna
sumbolik, nilai budaya, dan fungsi mitos tradisi Sandhingan Jumat Manis dapat
digunakan sebagai alternatif materi pembelajaran bahasa Indonesia kelas XI di SMA materi Teks Eksplanasi Kurikulum 2013 Revisi dengan menggunakan KD
3.3 dan KD 4.3.
Saran penelitian ini yaitu: (1) hasil penelitian ini masih terbatas karena
hanya memuat beberapa pembahasan dalam tradisi Sandhingan Jumat Manis. Oleh
karena itu, saran yang dapat diberikan bagi penelitian selanjutnya yaitu dapat
menggunakan metode penelitian yang lain agar dihasilkan penelitian yang lebih
spesifik mengenai tradisi Sandhingan Jumat Manis, (2) bagi guru Bahasa Indonesia
di SMA, penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif materi pembelajaran
Bahasa Indonesia kelas XI Kurikulum 2013 Revisi materi teks eksplanasi, serta (3)
bagi masyarakat diharapkan dapat tetap melestarikan tradisi Sandhingan Jumat
Manisi yang merupakan bentuk tradisi akulturasi budaya-agama.
Description
Reupload Repository 9 Februari 2026_Hasyim/Firdiana
