Pengaruh Metode Gerakan Literasi Sekolah (GARASI) Terhadap Budaya Literasi Anak Kelompok A di TK Dharma Indria 1 Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan proses pembinaan yang
dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak sejak lahir hingga usia 6 tahun,
di mana masa usia dini menjadi periode yang tepat untuk mengembangkan
kemampuan literasi karena anak sangat responsif terhadap stimulasi, termasuk
literasi dini yang mencakup kemampuan memahami dan mengekspresikan diri
melalui mendengarkan, bahasa lisan, dan komunikasi visual. Berdasarkan hasil
pengamatan awal di kelompok A TK Dharma Indria 1 Jember, ditemukan
permasalahan literasi yang ditandai dengan rendahnya minat anak terhadap
kegiatan literasi, yang disebabkan oleh kurangnya keaktifan anak dalam membaca
jilid, minimnya arahan guru untuk mengunjungi pojok baca pada waktu luang, serta
kondisi pojok baca yang kurang tertata dan ketersediaan buku bacaan yang kurang
menarik.
Rumusan masalah penelitian ini adalah “Apakah metode Gerakan Literasi
Sekolah (GARASI) berpengaruh terhadap budaya literasi anak kelompok A di TK
Dharma Indria 1 Jember?”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
metode tersebut terhadap budaya literasi anak. Jenis penelitian yang digunakan
adalah eksperimen dengan desain pra-eksperimental One Group Pretest–Posttest
Design. Penelitian dilaksanakan di TK Dharma Indria 1 Jember dengan subjek
penelitian 22 anak kelompok A. Penelitian dilakukan selama 7 hari, yang terdiri
atas satu hari pretest, lima kali pemberian treatment, dan satu hari posttest. Uji
validitas menggunakan Spearman’s rho, uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s
Alpha, dan analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test.
Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank
Test diperoleh nilai signifikansi 0,001 < 0,05, sehingga H₁ diterima dan H₀ ditolak.
Hal ini menunjukkan bahwa penerapan metode Gerakan Literasi Sekolah
(GARASI) berpengaruh signifikan terhadap budaya literasi anak kelompok A di
TK Dharma Indria 1 Jember. Pengaruh tersebut terlihat dari perubahan perilaku
literasi anak setelah pemberian treatment, baik pada indikator kunjungan ke pojok
baca maupun partisipasi dalam kegiatan membaca. Anak yang sebelumnya jarang
berkunjung ke pojok baca mulai menunjukkan kebiasaan berkunjung secara rutin
dan mandiri, sedangkan pada indikator partisipasi membaca, anak menjadi lebih
aktif, memperhatikan cerita, menunjukkan ekspresi yang sesuai, memberikan
respons, serta bersikap lebih tertib selama kegiatan berlangsung.
Beberapa saran yang dapat disampaikan dari hasil penelitian ini adalah bagi
guru diharapkan dapat terus menerapkan metode Gerakan Literasi Sekolah
(GARASI) secara konsisten serta menciptakan lingkungan kelas yang kaya akan
literasi, sedangkan pihak sekolah diharapkan mampu mengoptimalkan penyediaan
sarana dan prasarana literasi, seperti penataan pojok baca dan ketersediaan bahan
bacaan di setiap kelompok. Selain itu, bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk
mengembangkan kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GARASI) dengan variasi
kegiatan literasi yang lebih beragam agar hasil penelitian lebih maksimal,
memperhatikan pembagian kelompok agar pelaksanaan treatment lebih efektif,
memberikan instruksi yang lebih jelas kepada anak bahwa seluruh kegiatan literasi
bersumber dari buku, serta lebih memperhatikan penggunaan media dalam kegiatan
di luar ruangan, baik dari segi bahan, ukuran, warna, maupun aspek pendukung
lainnya.
Description
Reupload Repositori File 04 Juni 2026_Kholif Basri
:: Finalisasi Repositori File 5 Juni 2026_Kurnadi
