Hubungan Nomophobia debgan Tingkat Insomnia pada Remaja Tengah di SMAN Jenggawah Kabupaten Jember
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS KEPERAWATAN
Abstract
Hubungan Nomophobia dengan Tingkat Insomnia pada Remaja Tengah di SMA
Negeri Jenggawah Kabupaten Jember; Mohammad Daffa Ulin Nuha;
222310101048; 62 halaman; 2026; Program Studi Ilmu Keperawatan; Fakultas
Keperawatan; Universitas Jember.
Penggunaan smartphone secara berlebihan masih menjadi permasalahan
serius pada kalangan remaja karena dapat memicu gangguan kesehatan, salah
satunya gangguan tidur seperti insomnia. Remaja merupakan kelompok usia yang
rentan terhadap ketergantungan smartphone akibat tahap perkembangan psikologis
dan sosial yang masih dalam proses pencarian identitas diri. Ketergantungan
berlebihan terhadap smartphone tersebut dapat berkembang menjadi nomophobia,
yaitu kondisi munculnya rasa cemas, gelisah, atau tidak nyaman ketika individu
terpisah dari smartphone. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kualitas tidur
remaja, antara lain melalui paparan cahaya biru yang dapat menunda pelepasan
hormon melatonin sehingga menggeser ritme tidur. Oleh karena itu, penelitian
mengenai hubungan nomophobia dengan tingkat insomnia pada remaja tengah
penting untuk dilakukan.
Penelitian ini menggunakan desain korelasional analitik dengan pendekatan
cross-sectional. Sebanyak 229 siswa SMA Negeri Jenggawah yang memenuhi
kriteria inklusi dan eksklusi dipilih sebagai responden menggunakan teknik
multistage sampling, yang menggabungkan metode proportionate stratified
sampling dan cluster sampling. Variabel nomophobia diukur menggunakan
instrumen NMP-Q (terdiri dari 20 pertanyaan; α = 0.95), sedangkan variabel
insomnia diukur menggunakan instrumen Insomnia Severity Index (ISI) (terdiri
dari 7 pertanyaan; α = 0.988). Analisis univariat dilakukan untuk menggambarkan
distribusi usia, jenis kelamin, kelas, durasi penggunaan smartphone, tingkat
nomophobia, serta tingkat insomnia. Sementara itu, analisis bivariat dilakukan
menggunakan uji korelasi Spearman's rho dengan tingkat CI 95%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel nomophobia memiliki nilai median
sebesar 80 dengan rentang skor 30–136, sementara variabel insomnia memiliki nilai
median sebesar 10 dengan rentang skor 0–24. Hasil analisis menggunakan uji
Spearman's rho menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 dengan koefisien korelasi
(r) sebesar 0,262. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan yang signifikan
antara nomophobia dengan tingkat insomnia pada remaja tengah di SMA Negeri
Jenggawah. Hubungan yang terbentuk bersifat positif, yang berarti semakin tinggi
tingkat nomophobia, maka semakin tinggi pula tingkat insomnia pada remaja
tengah. Meskipun demikian, kekuatan hubungan termasuk dalam kategori lemah,
artinya nomophobia bukan merupakan satu-satunya faktor yang berkaitan dengan
insomnia pada remaja tengah.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa
nomophobia memiliki keterkaitan terhadap munculnya tingkat insomnia pada
remaja tengah di SMA Negeri Jenggawah. Kekuatan hubungan yang lemah
menunjukkan bahwa nomophobia bukan satu-satunya faktor yang berkaitan dengan
insomnia, terdapat faktor lain seperti kondisi psikologis berupa kecemasan, depresi,
dan stres yang berkepanjangan, turut berkontribusi terhadap munculnya tingkat
insomnia pada remaja tengah.
Description
Finalisasi Hasyim/Agustus 2026
