Hubungan Keterlibatan Ayah Dalam Pemberian Makan dengan Kejadian Stunting Balita Usia 24-59 Bulan pada Keluarga di Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Kejadian stunting masih menjadi salah satu masalah status gizi terbesar
diantara wasting, underweight, dan obesitas yang membahayakan tumbuh kembang
anak. Menurut Survey Pemantauan Status Gizi menyatakan bahwa prevalensi
stunting di Indonesia pada tahun 2022, yaitu 21,6%, sedangkan pada wilayah
Jember prevalensi stunting mencapai 34,9%. Salah satu faktor yang mempengarhi
stunting yaitu terkait dengan pengasuhan. Pengasuhan yang dilakukan oleh kedua
orang tua secara positif akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
seorang anak. Indonesia menempati peringkat ketiga di dunia sebagai negara
dengan tingkat fatherless tertinggi. Menurut teori Dynamic Model Of Family
Assessment And Intervention dijelaskan bahwa intervensi keperawatan berpusat
pada keluarga dengan memberdayakan keterampilan yang dimiliki oleh keluarga.
Jika ayah ikut terlibat dalam pengasuhan akan memberikan pengasuhan yang
seimbang dalam pemberian makan anak sehingga nutrisi anak akan tercukupi dan
memengaruhi tumbuh kembang seorang anak.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keterlibatan
ayah dalam pemberian makan dengan kejadian stunting balita usia 24-59 bulan pada
keluarga di kabupaten jember. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif
analitik yang menggunakan pendekatan crossectional. Variabel dalam penelitian
ini yaitu keterlibatan ayah dalam pemberian makan yang diukur dengan kuesioner
infant and young child feeding (IYCF) yang memiliki indikator pengetahuan, sikap
dan praktik. Sedangkan variabel stunting diukur menggunakan timbangan digital
dan microtoist. Sampel penelitian ini berjumlah 212 responden. Teknik penelitian
ini menggunakan stratified random sampling. Analisis penelitian ini menggunakan
uji chi square.
Description
Reaploud Repository February_agus
