Optimasi Desain Hydraulic Fracturing Variasi Parameter untuk Meningkatkan Produktivitas pada Sumur X
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Tight gas sandstone merupakan reservoir gas nonkonvensional dengan porositas rendah (umumnya <10%) dan permeabilitas matriks sangat kecil (<0,1 md), sehingga aliran gas secara alami menjadi terbatas (Wei et al, 2024). Oleh karena itu, pengembangan reservoir ini bergantung pada hydraulic fracturing. Hydraulic fracturing merupakan teknik stimulasi sumur untuk meningkatkan produksi minyak dan gas pada reservoir berpermeabilitas rendah melalui pembentukan rekahan buatan (Pioga, 2026). Hydraulic fracturing dilakukan dengan menginjeksikan fluida perekah bertekanan tinggi hingga melebihi fracture gradient formasi sehingga terbentuk rekahan pada batuan. Rekahan ditahan proppant agar tetap terbuka, sehingga mempermudah aliran hidrokarbon menuju lubang sumur (GWPC, 2009). Waskom terletak di Horrison County, Texas, merupakan salah satu lapangan produksi utama untuk formasi cotton valley taylor sandstone, dengan litologi sandstone (Dutton, 1990). Reservoir ini memiliki nilai porositas yang rendah yaitu 6%-11% dan permeabilitas rendah antara 0,003–0,090 md, jauh di bawah batas 0,1 md sehingga diklasifikasikan sebagai reservoir tight gas sandstone. Permeabilitas yang sangat rendah, ditambah nilai skin sebesar +0,1, menyebabkan laju produksi alami sumur X hanya mencapai sekitar 50 MSCFD. Hydraulic fracturing diperlukan untuk membuat rekahan buatan untuk meningkatkan aliran gas sekaligus memperbaiki nilai skin sumur menjadi negatif (Nuccio, 2000).
Description
Finalisasi 31 Agustus 2026_Yudi
