Strategi Coping Stress Guru pada Implementasi Kurikulum Merdeka di MI Habibul Abrori Lumajang

dc.contributor.authorChilmiyatur Rosidah
dc.date.accessioned2026-02-25T04:52:53Z
dc.date.issued2026-02-24
dc.descriptionReuploud file repositori 25 Feb 2026_Firli
dc.description.abstractStres kerja adalah masalah penting dalam dunia pendidikan, terutama karena tingginya tingkat stres di kalangan guru. Stres kerja yang dimaksud cenderung termasuk dalam distress, yang membuat kesehatan mental guru semakin buruk. Perubahan kebijakan dalam dunia pendidikan yaitu adanya kurikulum baru yaitu Kurikulum Merdeka ternyata memunculkan keresahan dan meningkatkan beban kerja guru. Kondisi tersebut juga terjadi pada guru madrasah terutama madrasah ibtidaiyah karena tingginya beban kerja guru madrasah. MI Habibul Abrori merupakan salah satu MI di Kabupaten Lumajang yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada 3 September 2024 berupa wawancara kepada Kepala Sekolah dan beberapa guru mendapatkan hasil bahwa guru menunjukkan hasil bahwa dari 13 guru kelas yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, 10 diantaranya menunjukkan adanya indikasi stres kerja. Indikasi tersebut berupa rasa bingung, gelisah, mudah marah, mudah kesal, sulit untuk fokus, dan juga sering kali merasakan pusing, namun hasil menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka bukan menjadi penyebab utamanya, melainkan ada aspek lain yaitu dari penyusunan perencanaan dan peserta didik. Kondisi stres yang dirasakan, membuat guru melakukan strategi coping untuk mengurangi tingkat stresnya. Salah satu teori strategi coping yaitu teori coping multidimensional menurut Carver, Scheier, & Weintraub (1989), dimana terdapat strategi coping yang kurang berguna dan sering dilakukan yaitu less useful coping responses. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa guru cenderung melakukan less useful coping responses, namun masih belum terungkap, karena masih menggunakan pendekatan Lazarus dan Folkman (1985). Tujuan penelitian vii ini adalah menggambarkan strategi coping stress guru dalam mendukung kesehatan mental selama Kurikulum Merdeka di MI Habibul Abrori Lumajang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan di MI Habibul Abrori Lumajang. Pengumpulan data penelitian menggunakan wawancara mendalam semi terstruktur dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci (Kepala Sekolah MI Habibul Abrori), informan utama (guru kelas di MI Habibul Abrori), dan informan tambahan (rekan kerja dari informan utama). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka bukan menjadi sumber stres kerja utama bagi guru. Sumber stres ditemukan bersumber dari penyusunan perencanaan dan peserta didik. Tahap perencanaan menurut sebagian informan menjadi sumber stres kerja. Hal tersebut karena guru mengalami kesulitan dalam menyusun dan juga terdapat tekanan untuk melaksanakan sebagai pemenuhan penilaian. Beberapa kesulitan dialami oleh guru saat penyusunan perencanaan yaitu adanya perubahan nama perangkat pembelajaran, kurang efektifnya KKG, dan jadwal mengajar yang padat. Tahap pelaksanaan pembelajaran, juga menunjukkan bahwa guru mengalami kendala, namun tidak semua aspek dalam pelaksanaan menjadi sumber stres. Hal tersebut karena beberapa aspek tidak terdapat tekanan maupun tuntutan yang dapat menimbulkan stres, meskipun banyak kendala yang dialami guru. Kendala tersebut mulai dari strategi pembelajaran, bahan ajar, metode, materi, dan peserta didik. Peserta didik merupakan satu-satunya aspek dalam pelaksanaan yang menjadi sumber stres kerja bagi guru. Perilaku buruk dan rendahnya kemampuan kognitif membuat guru tertekan dan berpengaruh terhadap proses pembelajaran di kelas. Sumber stres lainnya diluar kurikulum merdeka juga ditemukan yaitu tuntutan kerja yang tinggi sebagai wali kelas dan keterlambatan perolehan gaji. Stres kerja yang terjadi tersebut perlu adanya strategi coping stres untuk mengurangi dampaknya sehingga dapat meningkatkan kesehatan mental guru. Strategi coping stres yang dilakukan guru ketika memiliki sumber daya dan kemampuan untuk mengatasinya memilih melakukan problem focused coping dan emotion focus coping terlebih dahulu. Less useful coping response dilakukan ketika guru sudah mulai putus asa dengan dua strategi coping sebelumnya. Less useful coping response yang dilakukan meliputi focus on and venting of emotions, behavioral disengagement, dan mental disengagement. Focus on and venting of emotions berupa pelepasan emosi marah kepada siswa. Behavioral disengagement meliputi menghindari hal yang seharusnya dilakukan, memasak di dapur sekolah, dan membeli makananmakanan kesukaan. Mental disengagement dengan mengistirahatkan badan dengan tidur, mengandalkan uang untuk mengatasi ketidaknyamanan, dan menonton di HP. Ketiga coping tersebut merupakan coping yang kurang efektif karena hanya memberikan ketenangan sesaat dan tidak dapat menyelesaikan permasalahan dasar yang menjadi sumber stres, sehingga hal tersebut jika terus dilakukan dapat berdampak pada kesehatan mental guru. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan Kurikulum Merdeka bukan menjadi sumber stres utama bagi guru, akan tetapi sumber stres berasal dari penyusunan perencanaan dan peserta didik. Hal tersebut karena adanya tekanan maupun tuntutan yang diterima oleh guru. Sumber stres lainnya juga ditemukan berupa tingginya tuntutan kerja karena beban ganda tugas dan keterlambatan perolehan gaji. Kondisi stres tersebut direspon dengan berbagai upaya coping. Coping yang pertama dilakukan berupa problem focused coping dan emotion focused coping. Less useful coping response dilakukan setelah dua coping diatas tidak mampu menyelesaikan masalah. Less useful coping response yang dilakukan berupa adalah focus on and venting of emotions, behavioral disengagement, dan mental disengagement. Ketiga upaya coping tersebut hanya memberikan solusi sementara dan berdampak negatif pada kesehatan mental.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Erdi Istiaji, S.Psi.,M.,Psi., Psikolog. Dosen Pembimbing Anggota : Erwin Nur Rif''ah, S.Sos., M.A., Ph.D.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4484
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kesehatan Masyarakat
dc.subjectStres Kerja
dc.subjectCoping Stres
dc.subjectKurikulum Merdeka
dc.subjectKesehatan Mental
dc.subjectGuru
dc.titleStrategi Coping Stress Guru pada Implementasi Kurikulum Merdeka di MI Habibul Abrori Lumajang
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
CHILMIYATUR ROSIDAH - 212110101031.pdf
Size:
580.69 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: