Efek Pemberian Sari Mengkudu Segar Dibandingkan Mengkudu Fermentasi 1 Tahun Terhadap Kadar IFN-Γ Tikus Wistar
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Pengembangan imunomodulator mendapat banyak perhatian dalam
beberapa tahun terakhir. Imunomodulator merupakan bahan yang dapat
menstimulasi dan mengoptimalkan mekanisme sistem imun sebagai bentuk
pertahanan tubuh dalam melawan berbagai ancaman patogen. Respons imun yang
efektif memerlukan mediator yang berfungsi mengatur komunikasi antar sel imun,
salah satunya adalah sitokin IFN-γ. Berdasarkan sumbernya, imunomodulator dapat
berasal dari bahan sintetik maupun alami. Salah satu sumber bahan alami yang
memiliki potensi sebagai imunomodulator adalah buah mengkudu yang tersedia
dalam bentuk sari mengkudu segar dan mengkudu fermentasi 1 tahun.
Penelitian ini menggunakan desain true experimental with post-test only
control group untuk mengukur kadar IFN-γ. Sampel terdiri dari 24 ekor tikus wistar
jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kontrol negatif (KN) yang diberikan
suspensi Na CMC personde selama 8 hari, kontrol positif (KP) yang diberikan
suspensi Echinacea purpurea personde selama 8 hari, kelompok perlakuan 1 (P1)
yang diberikan sari mengkudu segar personde selama 8 hari, kelompok perlakuan
2 (P2) yang diberikan mengkudu fermentasi 1 tahun personde selama 8 hari. Setiap
kelompok diinduksi menggunakan tinta cina untuk memicu respons imun.
Hasil data dari pemeriksaan kadar IFN-γ didapatkan rata-rata tiap kelompok
nya yaitu, KN 106,12±8,90; KP 103,38±5,91; P1 121,36±16,06; P2 116,71±20,59.
Hasil dari uji normalitas dan homogenitas didapatkan data terdistribusi normal dan
homogen ditandai dengan p>0,05. Selanjutnya data diuji menggunakan One-Way
ANOVA dan didapatkan hasil tidak signifikan ditandai dengan p>0,05.
Description
Reupload Repositori File 02 Juni 2026_Kholif Basri
:: Finalisasi Repositori File 4 Juni 2026_Kurnadi
