Pengaruh Pemberian Deltametrin dan Ekstrak Rimpang Kunyit terhadap Histologi Hepar Tikus Rattus norvegicus Strain Wistar Jantan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Deltametrin merupakan insektisida piretroid golongan II yang memiliki
potensi lebih kecil untuk mencemari lingkungan. Namun, paparan yang terus
menerus dan dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan efek merugikan
pada organisme non target termasuk manusia salah satunya perubahan histologi
pada hepar. Deltametrin mengalami metabolisme dan detoksifikasi di hepar
sehingga menghasilkan ROS (reactive oxygen spesies). ROS yang meningkat
akan menyebabkan stress oksidatif, yaitu keadaan tidak seimbang antara ROS dan
antioksidan dalam tubuh. Stress oksidatif dapat dicegah dengan ekstrak rimpang
kunyit karena memiliki kandungan senyawa kurkumin yang memiliki aktivitas
antioksidan dan meningkatkan antioksidan endogen. Penelitian ini dilakukan
untuk mengetahui pengaruh pemberian deltametrin dan ekstrak rimpang kunyit
terhadap histologi hepar tikus (Rattus norvegicus) jantan.
Penelitian ini menggunakan 24 tikus yang dibagi menjadi empat kelompok:
K- (perlakuan akuades), K+ (deltametrin dosis 1,5 mg/kg bb dalam corn oil), D1
(deltametrin dosis 1,5 mg/kg bb dalam corn oil diikuti denagn ekstrak rimpang
kunyit dosis 250 mg/kg bb dalam corn oil), dan D2 (deltametrin dosis 1,5 mg/ kg
bb dalam corn oil diikuti dengan ekstrak rimpang kunyit dosis 500 mg/kg bb
dalam corn oil). Perlakuan dilakukan selama 21 hari, pemberian deltametrin
dilakukan secara intraperitorial dan pemberian ekstrak rimpang kunyit secara
gavage. Pada hari ke -22 tikus dibedah dan dilakukan pengambilan organ hepar
untuk pembuatan preparat histologi dengan metode parafin dan pewarnaan
Hematoxylin-Eosin. Pengamatan struktur hepar dengan cara menghitung jumlah
hepatosit di sekitar vena sentralis. Pengamatan dilakukan pada 4 bidang pandang,
setiap bidang pandang diamati 2 lobulus dengan masing-masing 25 hepatosit. Dari
hasil pengamatan dilakukan penghitungan persentase hepatosit yang mengalamidegenerasi. Analisis data menggunakan uji One Way Anova dan DMRT dengan
taraf kepercayaan 95%.
Hasil analisis One Way Anova menunjukkan terdapat pengaruh pemberian
deltametrin dan ekstrak rimpang kunyit terhadap rata – rata persentase hepatosit
tikus yang mengalami degenerasi. Berdasarkan Uji DMRT nilai rata – rata
persentase hepatosit yang mengalami degenerasi pada K- dan K+ berbeda nyata.
Hal ini menunjukkan pemberian deltametrin meningkatkan persentase hepatosit
yang mengalami degenerasi. Hasil K- dan K+ menunjukkan beda nyata dengan
kelompok D1 dan D2. Hasil tersebut menunjukkan pemberian ekstrak rimpang
kunyit menurunkan persentase degenerasi hepatosit. Kelompok K+ memiliki nilai
persentase lebih tinggi (57,18%) dibandingkan dengan kelompok K- (51,83%).
Kelompok K- dan K+ juga berbeda nyata dengan kelompok D1 dan D2, sehingga
menunjukkan bahwa pemberian ekstrak rimpamg kunyit berpengaruh menurunkan
degenerasi hepatosit, sedangkan D2 dan D1 tidak menunjukkan perbedaan yang
nyata.
Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian deltametrin menyebabkan
kerusakan pada struktur hepar tikus (Rattus norvegicus) Strain Wistar jantan
berupa degenerasi pada hepatosit. Pemberian ekstrak rimpang kunyit dosis 250
mg/kg bb dan dosis 500 mg/kg bb mampu memperbaiki struktur tikus (Rattus
norvegicus) Strain Wistar jantan berupa penurunan degenerasi hepatosit.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 23
