Perlakuan Hot Water Treatment Pada Varietas Jagung Lokal Untuk Mengendalikan Penyakit Bulai (Peronosclerospora maydis)

dc.contributor.authorWiwik Nur Siscawati
dc.date.accessioned2026-06-18T03:06:00Z
dc.date.issued2020-01-16
dc.descriptionReupload Repositori File 19 Mei 2026_Kholif Basri
dc.description.abstractVarietas jagung lokal merupakan varietas jagung yang sudah lama dibudidayakan oleh petani dan berasal dari beberapa daerah. Penyakit bulai merupakan salah satu penyakit jagung yang disebabkan oleh jamur Peronosclerospora maydis. Perlakuan hot water treatment merupakan teknik perlakuan benih sebelum ditanam untuk membunuh patogen. Tinggi rendahnya suhu perlakuan hot water treatment berpengaruh terhadap pengendalian penyakit, sehingga perlu adanya penelitian mengenai perlakuan hot water treatment untuk mengendalikan penyakit bulai pada varietas jagung lokal. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yaitu dengan menggunakan 2 faktor. Faktor pertama menggunakan 5 jenis varietas jagung lokal yaitu V1 : Kodok, V2 : Guluk-guluk, V3 : Kristal , V4 : Dara dan V5 : Ketan dan Faktor kedua Hot Water Treatment yaitu H1 : Kontrol positif (tanpa perlakuan Hot Water Treatment + inokulasi), H2 : Kontrol negatif (tanpa perlakuan Hot Water treatment + tanpa inokulasi), H3 : Hot Water Treatment suhu 50 oC selama 10 menit serta di inokulasi dan H4 : Hot Water Treatment suhu 60 oC selama 10 menit dan di inokulasi serta diulang sebanyak 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 60 unit percobaan. Variabel pengamatan yang dilakukan yaitu masa inkubasi, insidensi penyakit, keparahan penyakit dan laju infeksi. Masa inkubasi terlama terjadi pada perlakuan hot water treatment suhu 50 oC varietas Dara sedangkan masa inkubasi tercepat terjadi pada perlakuan hot water treatment suhu 60 oC varietas Ketan. Keparahan penyakit pada faktor varietas Kodok tahan terhadap keparahan penyakit sebesar 12.71%, sedangkan perlakuan hot water treatment suhu 50 oC memiliki nilai keparahan 15.19% lebih rendah dibandingkan kontrol. Insidensi penyakit pada faktor varietas Kodok tahan terhadap insidensi penyakit sebesar 28.18%, sedangkan perlakuan hot water treatment suhu 50 oC memiliki nilai insidensi 33.65% lebih rendah dibandingkan kontrol. Nilai laju infeksi varietas Kodok dengan perlakuan hot water treatment suhu 50 oC dapat menekan laju infeksi penyakit bulai sebesar 0.12 unit perhari. Nilai AUDPC varietas Kodok dengan hot water treatment suhu 50 oC sebesar 17.67 lebih rendah dari pada kontrol positif. Nilai efikasi penekanan penyakit pada Varietas Kodok dengan perlakuan hot water treatment suhu 50 oC sebesar 2.50% lebih rendah dari pada perlakuan lain. Jumlah stomata varietas Kodok lebih banyak yaitu 185.33 mm dibandingkan dengan varietas lain. Berat kering tongkol memiliki nilai antara 100-400 gram. Berat kering tongkol tidak berbeda nyata pada semua perlakuan.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Prof. Ir. Wiwiek Sri Wahyuni, MS., Ph.D. Dosen Pembimbing Anggota: --
dc.identifier.otherKholif Basri
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/9311
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Pertanian
dc.subjectJagung
dc.subjectVarietas Lokal
dc.subjectPenyakit Bulai
dc.subjectHot Water Treatment.
dc.titlePerlakuan Hot Water Treatment Pada Varietas Jagung Lokal Untuk Mengendalikan Penyakit Bulai (Peronosclerospora maydis)
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Wiwik Nur Siscawati-151510501032.pdf
Size:
1.49 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: