Perlakuan Hot Water Treatment Pada Varietas Jagung Lokal Untuk Mengendalikan Penyakit Bulai (Peronosclerospora maydis)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Varietas jagung lokal merupakan varietas jagung yang sudah lama
dibudidayakan oleh petani dan berasal dari beberapa daerah. Penyakit bulai
merupakan salah satu penyakit jagung yang disebabkan oleh jamur
Peronosclerospora maydis. Perlakuan hot water treatment merupakan teknik
perlakuan benih sebelum ditanam untuk membunuh patogen. Tinggi rendahnya
suhu perlakuan hot water treatment berpengaruh terhadap pengendalian penyakit,
sehingga perlu adanya penelitian mengenai perlakuan hot water treatment untuk
mengendalikan penyakit bulai pada varietas jagung lokal. Penelitian
menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yaitu dengan
menggunakan 2 faktor. Faktor pertama menggunakan 5 jenis varietas jagung lokal
yaitu V1 : Kodok, V2 : Guluk-guluk, V3 : Kristal , V4 : Dara dan V5 : Ketan dan
Faktor kedua Hot Water Treatment yaitu H1 : Kontrol positif (tanpa perlakuan
Hot Water Treatment + inokulasi), H2 : Kontrol negatif (tanpa perlakuan Hot
Water treatment + tanpa inokulasi), H3 : Hot Water Treatment suhu 50 oC selama
10 menit serta di inokulasi dan H4 : Hot Water Treatment suhu 60 oC selama 10
menit dan di inokulasi serta diulang sebanyak 3 kali ulangan, sehingga diperoleh
60 unit percobaan. Variabel pengamatan yang dilakukan yaitu masa inkubasi,
insidensi penyakit, keparahan penyakit dan laju infeksi.
Masa inkubasi terlama terjadi pada perlakuan hot water treatment suhu 50
oC varietas Dara sedangkan masa inkubasi tercepat terjadi pada perlakuan hot
water treatment suhu 60 oC varietas Ketan. Keparahan penyakit pada faktor
varietas Kodok tahan terhadap keparahan penyakit sebesar 12.71%, sedangkan
perlakuan hot water treatment suhu 50 oC memiliki nilai keparahan 15.19% lebih
rendah dibandingkan kontrol. Insidensi penyakit pada faktor varietas Kodok tahan
terhadap insidensi penyakit sebesar 28.18%, sedangkan perlakuan hot water
treatment suhu 50 oC memiliki nilai insidensi 33.65% lebih rendah dibandingkan
kontrol. Nilai laju infeksi varietas Kodok dengan perlakuan hot water treatment
suhu 50 oC dapat menekan laju infeksi penyakit bulai sebesar 0.12 unit perhari.
Nilai AUDPC varietas Kodok dengan hot water treatment suhu 50 oC sebesar
17.67 lebih rendah dari pada kontrol positif. Nilai efikasi penekanan penyakit
pada Varietas Kodok dengan perlakuan hot water treatment suhu 50 oC sebesar
2.50% lebih rendah dari pada perlakuan lain. Jumlah stomata varietas Kodok lebih
banyak yaitu 185.33 mm dibandingkan dengan varietas lain. Berat kering tongkol
memiliki nilai antara 100-400 gram. Berat kering tongkol tidak berbeda nyata
pada semua perlakuan.
Description
Reupload Repositori File 19 Mei 2026_Kholif Basri
