Pengaruh Konsentrasi Pupuk Majemuk Growmore Dan Pupuk Hayati Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bayam Brazil
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertaian
Abstract
Produksi bayam dapat mencapai 20 ton per hektar, tetapi data menunjukkan
penurunan produksi antara 2018 hingga 2022, disebabkan oleh faktor lingkungan
seperti kesuburan tanah, pH, dan struktur tanah yang kurang optimal. Pupuk
Majemuk Growmore terbukti efektif meningkatkan pertumbuhan dan hasil bayam
melalui pemenuhan unsur hara esensial, tetapi penggunaannya secara intensif dapat
menurunkan pH tanah, mengurangi kesuburan. Sebagai solusi, pupuk hayati yang
mengandung mikroorganisme seperti Azotobacter sp. dan Bacillus sp. mampu
meningkatkan ketersediaan nitrogen dan fosfat dalam tanah, mendukung
pertumbuhan tanaman. Kombinasi pupuk Majemuk Growmore dan hayati
menawarkan pendekatan berimbang untuk mengatasi dampak negatif pupuk kimia,
menjaga produktivitas tanaman sekaligus kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi pupuk Majemuk Growmore dan
hayati terhadap pertumbuhan dan hasil bayam Brazil (Alternanthera Sissoo).
Hasilnya diharapkan dapat menjadi acuan bagi petani dan penelitian lanjutan dalam
budidaya bayam berkelanjutan.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
pengaruh variasi konsentrasi pupuk Majemuk Growmore dan pupuk hayati
terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam Brazil (Alternanthera sissoo).
Penelitian dilaksanakan dari September hingga November 2024 di
Greenhouse, Jl. Manggis, Patrang, Jember. Rancangan percobaan menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu pupuk
Majemuk Growmore (4 taraf), Tanpa pupuk Majemuk Growmore, 3 gram/L, 4.5
gram/L, dan 6 gram/L dan pupuk hayati cair (4 taraf) Tanpa pupuk hayati, 2 ml/L,
4 ml/L, dan 6 ml/L, dengan tiga ulangan, menghasilkan total 96 tanaman.Media
tanam menggunakan polybag berisi tanah, diberikan perlakuan pupuk sesuai taraf
percobaan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun,
kadar klorofil, berat segar, dan berat kering tanaman. Data dianalisis menggunakan
Analysis of Variance (ANOVA) dan Duncan's Multiple Range Test (DMRT) pada
taraf 5%. Perlakuan terbaik untuk tinggi tanaman dicapai pada dosis pupuk Majemuk
Growmore 3 g/L (A2) dan hayati cair 4 ml/L (B3), dengan hasil masing-masing 30
cm dan 24 cm. Pada variabel jumlah daun dan kandungan klorofil, hasil tidak
menunjukkan pengaruh yang signifikan, sedangkan luas daun menunjukkan
pengaruh nyata dengan hasil terbaik pada dosis pupuk Majemuk Growmore 6 g/L
(A4) dan pupuk hayati cair 6 ml/L (B4). Berat segar dan berat kering tanaman tidak
menunjukkan pengaruh nyata, yang disebabkan oleh faktor lingkungan seperti
intensitas cahaya yang tidak merata.
Description
februari 2026 Rudi H
