Analisis Prediksi Financial Distress Menggunakan Metode Zmijewski dan Springate (Studi pada Perusahaan Sub Sektor Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021–2024)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Financial distress adalah fase dimana perusahaan mengalami penurunan
kinerja keuangan sehingga perlu dilakukan prediksi sebagai early warning bagi
perusahaan untuk menghindari risiko kebangkrutan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui dan menganalisis prediksi financial distress pada perusahaan farmasi
di Indonesia sebagai upaya deteksi dini dalam rangka menghindari risiko
kebangkrutan yang dilakukan dengan dua metode prediksi yaitu, metode Zmijewski
dan Springate. Penggunaan dua metode tersebut dibandingkan dan diuji tingkat
akurasinya sehingga, didapatkan metode yang cocok diterapkan pada perusahaan
farmasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan
data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan. Terdapat 13 perusahaan
sebagai populasi, selanjutnya dengan menggunakan teknik purposive sampling
diperoleh 9 perusahaan sebagai sampel. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode
Zmijewski dan Springate memprediksi financial distress pada perusahaan INAF
pada tahun 2021-2024 dan PYFA pada tahun 2021,2023, dan 2024. Perbedaan hasil
prediksi terdapat pada perusahaan KAEF dan PEHA, yang menghasilkan metode
Springate menunjukkan financial distress lebih awal dibandingkan Zmijewski.
Tingkat akurasi tertinggi didapatkan metode Zmijewski sebesar 94,44% dengan
persentase error 5,56% sedangkan, metode Springate mendapatkan nilai akurasi
86,11% dengan persentase error 13,89%. Metode Zmijewski menjadi metode
prediksi financial distress yang paling cocok dan andal untuk diterapkan pada sub
sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2024 dengan
nilai akurasi tinggi dan error type rendah
Description
Finalisasi_Maya_10 Juni 2026
