Analisis Kompetensi Guru dalam Menerapkan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Kelas IV SDN Umbulsari 03 Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Kurikulum Merdeka menempatkan Projek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila (P5) sebagai upaya membentuk karakter peserta didik melalui
pembelajaran berbasis projek. Implementasinya di SD masih menghadapi
berbagai kendala, termasuk di SDN Umbulsari 03 Jember. Pelaksanaan P5 di
sekolah tersebut sudah dilakukan, tetapi belum berjalan optimal, terutama dalam
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi projek. Kondisi ini menunjukkan perlunya
analisis mendalam mengenai profesionalisme guru dalam melaksanakan P5, serta
identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan guru dalam
melaksanakan projek secara efektif.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kompetensi guru dalam
menerapkan P5 di kelas IV SDN Umbulsari 03 Jember, dan (2) mengidentifikasi
faktor-faktor yang memengaruhi kompetensi tersebut. Penelitian menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru kelas IV dan kepala sekolah.
Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian
dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan P5 sudah berjalan, namun
belum optimal. Guru sudah melibatkan peserta didik dalam kegiatan sederhana,
tetapi perencanaan projek belum terstruktur, sintaks pembelajaran berbasis projek
belum diterapkan secara lengkap, dan asesmen autentik belum digunakan.
Kompetensi profesional guru, terutama dalam penguasaan konsep projek dan
penyusunan modul, juga masih terbatas. Kompetensi sosial dan kepribadian guru
cukup baik, tetapi kolaborasi antarguru dan keteladanan dalam nilai-nilai P5
masih perlu ditingkatkan.
Penelitian ini juga menemukan bahwa kompetensi guru dipengaruhi oleh
beberapa faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi keterbatasan
pemahaman guru terhadap konsep projek, minimnya pengalaman dalam
menyusun modul P5, serta rendahnya kemampuan dalam melakukan evaluasi
berbasis projek. Faktor eksternal meliputi kurangnya pelatihan teknis dari pihak
dinas pendidikan, minimnya pendampingan dan supervisi dari pihak sekolah,
terbatasnya sarana pendukung, serta kurang optimalnya koordinasi dan budaya
kolaboratif antarguru. Perubahan kebijakan kurikulum yang cepat juga
memengaruhi kesiapan guru dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan
pembelajaran berbasis projek.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan dua hal utama.
Pertama, kompetensi guru dalam menerapkan P5 di SDN Umbulsari 03 telah
berjalan namun belum optimal, terutama pada aspek kompetensi pedagogik dan
profesional yang berkaitan dengan perencanaan, metode pembelajaran, dan
evaluasi projek. Kedua, kompetensi guru dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik
internal maupun eksternal, yang berkaitan dengan pemahaman guru, pengalaman,
pelatihan, dukungan sekolah, serta fasilitas pendukung. Peningkatan kompetensi
guru dan penguatan dukungan kelembagaan menjadi langkah penting dalam
mengoptimalkan pelaksanaan P5 pada masa mendatang.
Berdasarkan hasil penelitian, guru disarankan untuk meningkatkan
kompetensi pedagogik dan profesional melalui pelatihan serta kolaborasi dalam
merancang dan melaksanakan projek agar pelaksanaan P5 lebih terarah dan
bermakna. Sekolah diharapkan memperkuat supervisi, menyediakan fasilitas, dan
memberikan pendampingan berkelanjutan agar kegiatan projek sebagai bagian
dari kokurikuler berjalan optimal sesuai kebijakan kurikulum merdeka. Peneliti
selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan memperluas cakupan
atau mengkaji aspek lain dari implementasi kurikulum merdeka menggunakan
metode penelitian yang berbeda.
Description
Reuploud file repositori 22 Mei 2026_Firli
Validasi dan Finalisasi Repositori File 11 Juni 2026_Kholif Basri
