Karakteristik Fruit Leather Melon Golden Langkawi dengan Perbedaan Konsentrasi Pektin dan Serbuk Daun Stevia
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Melon golden langkawi merupakan buah lokal hasil persilangan antara
timun mas dan melon yang termasuk dalam tipe buah mudah rusak. Buah ini
mengandung nutrisi yang baik, yaitu vitamin A, C, D, K, β-karoten, mineral,
karbohidrat, air, dan gula. Upaya untuk peningkatan daya tahan dan nilai tambah
buah melon golden langkawi dapat dilakukan dengan pengolahan lebih lanjut
menjadi fruit leather. Namun, buah melon golden langkawi kurang cukup
mengandung pektin dan rasa manisnya, sehingga jika diolah fruit leather akan
menghasilkan tekstur lunak dan tingkat kemanisan rendah. Bahan yang dapat
ditambahkan untuk memperkokoh tekstur yakni pektin, dan peningkat rasa manis
dengan serbuk daun stevia, serta penambah rasa asam berupa asam sitrat.
Penggunaan pektin dan serbuk daun stevia ke dalam adonan puree buah akan
memperbaiki karakteristik fruit leather melon golden langkawi. Tujuan penelitian
ini yaitu mengetahui pengaruh variasi konsentrasi pektin dan serbuk daun stevia
terhadap karakteristik fisik, kimia, dan sensori fruit leather melon golden
langkawi, dan menentukan jumlah pektin dan serbuk daun stevia yang tepat,
sehingga dihasilkan fruit leather melon golden langkawi dengan sifat baik dan
diterima panelis.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua
faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu konsentrasi pektin (A) terdiri atas: 0,5%
(A1), 1% (A2), dan 1,5% (A3). Faktor kedua yaitu konsentrasi serbuk daun stevia
(B) terdiri atas: 0,5% (B1), 1% (B2), dan 1,5% (B3). Parameter yang dianalisis
meliputi sifat fisik (kecerahan (lightness), tekstur, dan daya tarik), sifat kimia
(kadar air dan kadar serat kasar), serta sifat organoleptik. Percobaan diulang
sebanyak tiga kali. Data hasil penelitian diuji secara statistik menggunakan Analysis of Varians (ANOVA), dan uji lanjut dengan Duncan Mulitiple Range
Test (DMRT). Data hasil uji organoleptik dianalisis menggunakan Chi Square.
Hasil analisis statistik menggunakan ANOVA pada uji taraf α≤5%
menunjukkan bahwa konsentrasi pektin dan konsentrasi serbuk daun stevia
berpengaruh nyata terhadap tekstur, daya tarik, kadar air, dan kadar serat kasar
fruit leather melon golden langkawi, namun, perlakuan tersebut berpengaruh tidak
nyata terhadap kecerahannya. Peningkatan konsentrasi pektin dan konsentrasi
serbuk daun stevia cenderung dapat menaikkan nilai tekstur, kadar air, dan kadar
serat kasar, namun menurunkan daya tarik. Hasil analisis sifat organoleptik
menunjukkan bahwa kosentrasi pektin dan konsentrasi serbuk daun stevia
mempengaruhi sifat organoleptik/hedonik warna, tekstur, aroma, rasa, dan
keseluruhan fruit leather melon golden langkawi. Nilai kecerahan berkisar 37,31 –
38,13. Nilai tekstur 279,00-285,80 g/2mm, daya tarik 0,0076-0,0083 KPa, kadar
air 29.87%-32.83%, dan kadar serat kasar 1.45%-1.76%. Adapun nilai kesukaan
warna, tekstur, aroma, rasa, dan keseluruhan secara berturut-turut yakni 5.00;
5.07; 4.97; 4.33; 4.67.
Description
Reupload file repository 25 februari 2026_agus/feren
