Pengaruh Biosaka terhadap Pertumbuhan dan Hasil Panen Tanaman Terong Ungu (Solanum melongena L.) serta Pemanfaatannya sebagai Booklet
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Terong ungu merupakan salah satu komoditas sayuran yang sangat digemari
oleh masyarakat karena memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Secara umum
produksi terong di Indonesia masih tergolong rendah dan belum mampu memenuhi
kebutuhan pasar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2021), hasil panen terong
mengalami peningkatan setiap tahun. Akan tetapi tidak dapat mencukupi kebutuhan
terong dalam negeri yang semakin meningkat. Upaya untuk meningkatkan kualitas
dan kuantitas hasil panen dari terong ungu dengan suatu sistem budidaya dan
penambahan biosaka. Biosaka merupakan larutan ekstrak tumbuhan liar yang
berfungsi sebagai elisitor yang mampu meningkatkan ketahanan tanaman dari
berbagai serangan hama maupun penyakit.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biosaka terhadap
pertumbuhan dan hasil panen tanaman terong ungu (Solanum melongena L.) serta
mengetahui jumlah tumbuhan liar yang optimal untuk pertumbuhan dan hasil panen
tanaman terong ungu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen
menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan taraf 4 perlakuan, 3 kali
pengulangan, dan setiap pengulangan terdapat 3 unit tanaman dan dilanjutkan
dengan pembuatan booklet sebagai media informasi dan bahan edukasi bagi
masyarakat. Metode analisis yang digunakan adalah uji Analisys Of Variance
(ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95% dan tingkat signifikasi 5%, serta
dilanjutkan uji Least Significantly Difference (LSD) untuk mengetahui perlakuan
mana yang berbeda secara signfikan. Penelitian dilaksanakan pada 13 Mei-7
September 2024 di UPA Taman Agroteknologi Universitas Jember. Perlakuan
tumbuhan biosaka (P) terdiri dari P0= Tanpa perlakuan biosaka; P1= terdiri dari 5
tumbuhan liar, yaitu: rumput teki (Cyperus rotundus), rumput ceker ayam
(Digitaria sanguinalis), putri malu (Mimosa pudica), anting-anting (Acalypha australis. L), dan tapak liman (Elephantopus scaber), P2= terdiri dari 8 tumbuhan
liar, yaitu: rumput teki (Cyperus rotundus), rumput ceker ayam (Digitaria
sanguinalis), putri malu (Mimosa pudica), anting-anting (Acalypha australis. L),
dan tapak liman (Elephantopus scaber), jelantir (Erigeron sumatrensis Retz), bunga
kenop putih (Gomphrena celosioides), dan legetan (Synedrella nodiflora), dan P3=
terdiri dari 11 tumbuhan liar, yaitu: rumput teki (Cyperus rotundus), rumput ceker
ayam (Digitaria sanguinalis), putri malu (Mimosa pudica), anting-anting
(Acalypha australis. L), dan tapak liman (Elephantopus scaber), jelantir (Erigeron
sumatrensis Retz), bunga kenop putih (Gomphrena celosioides), legetan
(Synedrella nodiflora), kitolod (Hippobromaa longiflora), meniran (Phyllanthus
niruri L), dan babadotan (Ageratum conyzoides).
Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah
daun, jumlah bunga, jumlah buah, berat buah, berat basah tanaman, dan berat kering
tanaman. Pemberian biosaka menunjukkan adanya pengaruh positif terhadap
pertumbuhan dan hasil panen tanaman terong ungu. Perlakuan dengan jumlah
tumbuhan liar sebanyak 11 tumbuhan menunjukkan pertumbuhan dan hasil panen
yang optimal dibandingkan dengan tumbuhan liar dengan jumlah 5 dan 8 tumbuhan
serta perlakuan kontrol. Adapun booklet yang dihasilkan memperoleh rata-rata nilai
83% dan dinyatakan valid/layak digunakan sebagai media informasi bagi
masyarakat.
Description
Reupload File Repositori 9 Februari 2026_Rudi H/Ardi
