Pelaksanaan Tugas Sub Divisi Wayang Orang Sriwedari di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Imu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Seni pertunjukan Wayang Orang Sriwedari (WOS), kesenian ini terletak di
kawasan Taman Sriwedari Surakarta dan dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata kota Surakarta. Wayang Orang Sriwedari (WOS) merupakan salah satu
kesenian tradisi yang menceritakan kisah Mahabharata dan Ramayana, cerita
yang diambil sama dengan cerita dalam seni wayang kulit di dalam pertunjukan
wayang orang menyajikan sebuah kombinasi antara seni drama dan seni tari.
WOS diresmikan sejak tahun 1910 oleh Raja Keraton Kasunanan yaitu
Pakubuwono ke X. Kini Wayang Orang Sriwedari sudah berusia 114 tahun, WOS
resmi diserahkan kepemerintah Republik Indonesia pada tahun 1946 hingga saat
ini WOS dalam pengelolaan pemerintah kota Surakarta. berbagai upaya yang
dilakukan oleh berbagai pihak untuk melestarikan WOS antara lain dukungan dari
pemerintah kota Surakarta, seniman Wayang Orang Sriwedari, hingga wisatawan.
Dalam pelaksanaan tugas praktik kerja nyata pada sub divisi Wayang
Orang Sriwedari Penulis di tugaskan dan diberikan tanggung jawab untuk
memberikan pelayanan kunjungan wisatawan yang meliputi, pelayanan penjualan
tiket, memberikan pengarahan kepada pengunjung saat menuju ke kursi, hingga
memberikan pemanduan edukasi kepada pengunjung. Selain itu, penulis juga
ditugaskan untuk membantu dalam penyelenggaraan pertunjukan Wayang Orang
Sriwedari, dimulai dari memberikan briefing kepada pemain, menjadi master of
ceremony (MC), hingga membantu penerjemahan alur cerita Wayang Orang
Sriwedari. Akan tetapi dalam proses pelaksanaan praktik kerja nyata penulis
menemukan beberapa kendala yang dialami antara lain, keluhan pengunjung
terkait sound system yang kurang terdengar oleh pengunjung sehingga hal ini
seringkali di keluhkan oleh pengunjung. Adapun kendala lain yaitu terkait
penjualan tiket Wayang Orang Sriwedari yang masih belum menerapkan
pembayaran tiket secara transfer, hal ini menimbulkan antrian panjang dan
menimbulkan suasana kurang kondusif serta perlu adanya perbedaan harga tiket
antara tiket VIP dan tiket non VIP.
Description
Reupload File Repositori 11 Februari 2026_Yudi/Rega
