Pemberdayaan Masyarakat dan Permasalahannya
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di dalam penelitian ini
diperoleh gambaran jelas mengenai pelaksanaan dan permasalahan pemberdayaan
masyarakat Desa Sukorejo melalui pengembangan ekowisata mangrove Kali
Lamong. Peneliti dapat menyimpulkan bahwasannya kegiatan pengembangan yang
dilakukan PT. Petrokimia Gresik dalam hal ini belum dapat mendorong masyarakat
berdaya meskipun adanya kebermanfaatan yang dirasakan oleh masyarakat. Hal
tersebut dikarenakan pelaku perubahan tidak memperhatikan upaya pemberdayaan
yang menjadi yang menjadi fokus utama pelaksanaan program. Upaya tersebut
berupa bina manusia, bina usaha, bina lingkungan, dan bina kelembagaan. Kunci
utama dari keberhasilan keempat bina yang menjadi prinsip utama terletak pada
keberhasilan bina manusia dengan memperkuat kapasitas masyarakat dibandingkan
memberi bantuan berupa pembangunan fisik yaitu sarana prasarana. Akibat dari
tidak terlaksananya prinsip pemberdayaan tersebut menyebabkan permasalahan
sebagai berikut:
1. Partisipasi Semu Masyarakat
Proses pembentukan partisipasi semu berkaitan dengan aktivitas sebelum
program pemberdayaan dilaksanakan, di mana PT. Petrokimia Gresik
memiliki kebiasaan memberikan bingkisan tangan kepada masyarakat.
Selain itu, penunjukan dalam pemilihan anggota Pokdarwis sebagai
pengurus mengakibatkan adanya keterpaksaan.
2. Rendahnya Rasa Memiliki (sense of belonging)
Rendahnya rasa memiliki untuk menjaga lingkungan hidup menyebabkan
tidak terpenuhinya kualitas lingkungan hidup yang mendukung.
3. Masalah berkaitan dengan Ketergantungan
Terdapat dua tipe ketergantungan, pertama yaitu ketergantungan pada peran
tokoh masyarakat dan kedua pada bantuan pihak eksternal.
4. Masalah yang berkaitan dengan Tata Kelola
Miskonsepsi tata kelola terjadi pada pihak internal, yaitu antara pihak desa
dan Pokdarwis.
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan dari penelitian dan pembahasan di atas, berikut
merupakan saran yang dapat disimpulkan oleh peneliti:
1. Pada pelaksanaan pemberdayaan masyarakat, bina manusia merupakan hal
utama yang harus ditekankan karena mereka merupakan subjek perubahan.
Pendampingan merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan kepada
masyarakat Sukorejo agar mereka dapat meningkatkan kapasitas,
menumbuhkan kesadaran dan partisipasi aktif, serta mengembangkan
keahlian, ide, potensi atau bakat yang dimiliki. Keterlibatan masyarakat
dalam proses pendampingan membantu mereka dalam mengembangkan
keterampilan kapasitas baik dalam hal teknis maupun kelompok masyarakat
yaitu Pokdarwis. Sehingga masyarakat mampu mengklasifikasi,
memprioritaskan, hingga menyelesaikan masalah internal, melaksanakan
fungsi, serta mencapai tujuan bersama secara mandiri dan berkelanjutan
2. Meningkatkan rasa kepemilikan dan komitmen masyarakat dapat dicapai
melalui melibatkan mereka sejak tahap awal perencanaan program sehingga
mereka merasa menjadi bagian secara menyeluruh dan aktif dalam setiap
tahap proses pengembangan program serta memiliki peran penting dalam
menentukan hasil. Dalam melibatkan masyarakat sebagai bagian dari proses
harus disertai dengan pengambilan keputusan yang demokratis, rasa
menghargai satu sama lain, memberikan penghargaan dan pengakuan
terhadap individu atau kelompok yang berkontribusi signifikan dalam
pelestarian dan pnegembangan ekowisata agar mereka merasa bahwa
mereka dibutuhkan dan keberadaannya dapat berpengaruh pada program
tersebut sehingga berdampak positif terhadap keberlanjutan program.
3. Pada setiap program pemberdayaan, seluruh komponen yang terlibat mulai
dari pengurus desa, organisasi sosial kemasyarakatan, pihak perusahaan,
dan tokoh masyarakat, harus berada pada posisi sejajar agar tidak terjadi
dominasi peran dari salah satu pihak yang memiliki kapital lebih besar
dibandingkan komponen-komponen lainnya. Sebaiknya memang
diupayakan agar komponen-komponen lokal mendominasi, sedangkan
pihak swasta dan tokoh masyarakat lebih berperan sebagai pendukung yang
memfasilitasi mulai dari tahap identifikasi masalah dan kebutuhan,
perencanaan program, implementasi, sampai pada monitoring serta
evaluasi. Diharapkan melalui metode seperti ini maka partisipasi dan rasa
memiliki terhadap hasil-hasil pemberdayaan dapat terbentuk dengan baik
demi keberlanjutan program yang mendukung pada upaya peningkatan
kesejahteraan sosial masyarakat itu sendiri.
4. Pada program pemberdayaan, sebaiknya sumber daya lokal dioptimalkan
untuk mendukung seluruh aktivitas program pemberdayaan. Misalnya
dengan menyertakan anggaran desa sebagai salah satu sumber daya
pendukung yang memang dimiliki oleh masyarakat lokal. Oleh karena itu,
peran desa sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam tata kelola desa dapat
secara otomatis menyertakan program pemberdayaan wisata mangrove ini
sebagai bagian dari program desa yang bertujuan selain untuk memulihkan
kondisi lingkungan hidup, juga berpotensi meningkatkan kemampuan
ekonomi lokal yang dapat memanfaatkan hasil-hasil alam seperti ikan dan
kerang simping untuk dijual.
Description
Reupload File Repositori 25 Februari 2026_Teddy/Hendra
