Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar IPAS Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Setiap generasi dalam pendidikan menghadapi tantangan yang berbeda,
sehingga peserta didik harus mampu menyesuaikan diri. Fitriyah dan Wardani
(2021) menyatakan bahwa pendidikan bertujuan membentuk individu yang kritis,
kreatif, dan mampu menyelesaikan masalah. Agar pembelajaran efektif, siswa
perlu dilibatkan secara aktif, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator yang
menciptakan suasana belajar yang kreatif, interaktif, dan menyenangkan. Berbagai
model pembelajaran dapat meningkatkan keaktifan siswa, salah satunya Problem
Based Learning. Model ini mendorong siswa aktif dalam belajar tanpa bergantung
pada guru, sehingga hasil belajar meningkat. Sejalan dengan Abidin (2014), PBL
memberikan pengalaman belajar autentik dengan mengaitkan pembelajaran di
sekolah dengan kehidupan nyata secara alami dan kompleks.
Minat peserta didik terutama peserta didik sekolah dasar dalam
mempelajari suku budayanya sendiri melalui pembelajaran seperti mata
pelajaran IPAS masih tergolong rendah, dapat dibuktikan dari hasil pelaksanaan
observasi yang dilakukan di SDN 1 Genteng Kulon Banyuwangi, terdapat 8 dari
28 peserta didik pada kelas IV A dan 9 dari 28 peserta didik pada kelas IV B
masih memiliki nilai rata-rata standar KKM yakni 75 pada mata pelajaran IPAS
(Ilmu Pengetahun Alam & Sosial) BAB 6 Indonesiaku Kaya Budaya. Maka dari
itu, peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan model Problem Based
Learning untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dari perbedaan model
pembelajaran tersebut.
Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu (Quasi
Experimental) dengan desain Non Equivalent Control Group. Sampel penelitian
terdiri dari 2 kelas yaitu kelas IV A dan Kelas IV B dari SDN 1 Genteng Kulon
Kabupaten Banyuwangi dengan jumlah masing-masih kelas terdiri dari 28 peserta didik. Sebelum menentukan kelas kontrol dan kelas eksperimen, dilakukan uji
homogenitas terlebih dahulu untuk mengetahui apakah kedua varians memiliki
kemampuan awal yang sama atau tidak berdasarkan nilai Ulangan Tengah
Semester (UTS) melalui SPSS versi 25. Uji homogenitas pada kedua kelas
menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,446 sehingga kedua kelas dinyatakan
homogen.
Description
Dosen Pembimbing Utama : Chumi Zahroul Fitriyah, S.Pd., M.Pd.
Dosen Pembimbing Anggota : Rizki Putri Wardani, M.Pd.
