Hubungan Oral Hygiene Terhadap Kualitas Hidup Anak Tunagrahita di Slb C TPA Jember, Slb Negeri Jember, dan Slb Negeri Branjangan
| dc.contributor.author | Aufa Maharani Pauzi | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-29T01:43:37Z | |
| dc.date.issued | 2025-01-20 | |
| dc.description | Pembimbing Utama drg. Berlian Prihatiningrum, M.DSc, Sp.KGA Pembimbing Pendamping drg. Niken Probosari, M.Kes. | |
| dc.description.abstract | Anak tunagrahita terbagi berdasarkan keterbatasan fisik yaitu retardasi mental ringan, sedang, dan buruk serta berdasarkan jasmaninya yaitu down syndrome, kretin, mikrosefali, dan hidrosefali. Tunagrahita baik dengan keterbatasan fisik maupun jasmani mempunyai hambatan dalam fungsi intelektual di bawah normal, sulit beradaptasi, dan keterbatasan motorik sehingga berdampak pada tingkat oral hygiene. Rasa nyeri yang ditimbulkan akan menyebabkan anak sulit melakukan aktivitas sehari-hari. Kualitas hidup berhubungan dengan oral health adalah respon terhadap kapasitas fisik, mental, dan sosial pada setiap orang diakibatkan dari tingkat kesehatan gigi dan mulut. Kualitas hidup tunagrahita akan menurun dampak dari oral hygiene yang buruk sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui hubungan tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengkaji status oral hygiene anak tunagrahita, status kualitas hidup anak tunagrahita, dan hubungan antara oral hygiene dan kualitas hidup anak tunagrahita. Penelitian dilaksanakan di SLB C TPA Jember, SLB Negeri Jember, serta SLB Negeri Branjangan Jember pada bulan Agustus – Oktober 2024. Populasi penelitian ini adalah anak tunagrahita yang terdiri dari retardasi mental dan down syndrome pada SLB C TPA Jember, SLB Negeri Jember, serta SLB Negeri Branjangan Jember. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian menggunakan data primer berupa pemeriksaan oral hygiene pada anak tunagrahita menggunakan indeks OHI-S dan pengisian kuesioner OHIP 14 yang digunakan untuk menilai kualitas hidup terkait oral health. Penelitian yang telah dilakukan pada tiga SLB di Jember menghasilkan data anak tunagrahita pada SLB C TPA Jember berjumlah 23 anak (23%), anak tunagrahita di SLB Negeri Jember berjumlah 51 anak (51%), dan anak tunagrahita di SLB Negeri Branjangan berjumlah 26 anak (26%). Frekuensi kategori oral hygiene di tiga SLB terbanyak untuk sampel retardasi mental yaitu pada kategori buruk (57%) dan sampel down syndrome yaitu kategori buruk (50%). Frekuensi kualitas hidup terbanyak di tiga SLB Jember untuk sampel retardasi mental yaitu pada kategori buruk (54,7%) dan sampel down syndrome yaitu kategori buruk (57,2%). Hasil uji korelasi Pearson anak tunagrahita di tiga SLB Jember menunjukkan bahwa nilai signifikansi adalah <0,05 yang berarti terdapat korelasi antara kebersihan gigi dan kualitas hidup pada anak tunagrahita di SLB Jember. Nilai pearson correlation pada SLB C TPA Jember sebesar +0,590, SLB Negeri Jember sebesar +0,884, dan SLB Negeri Branjangan sebesar +0,828 yang menunjukkan derajat korelasi antara kebersihan gigi dan kualitas hidup memiliki korelasi positif dan sempurna. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/654 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kedokteran Gigi | |
| dc.subject | ORAL HYGIENE | |
| dc.subject | KUALITAS | |
| dc.subject | ANAK TUNAGRAHITA | |
| dc.title | Hubungan Oral Hygiene Terhadap Kualitas Hidup Anak Tunagrahita di Slb C TPA Jember, Slb Negeri Jember, dan Slb Negeri Branjangan | |
| dc.type | Other |
