Pengembangan Model Challenge Based Learning Berbantuan Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Critical Thinking Skills dan Hasil Belajar Menggunakan Model ADDIE
| dc.contributor.author | Rikha Ayu Oktavio Nita | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-22T06:55:13Z | |
| dc.date.issued | 2026-06-25 | |
| dc.description | Validasi file repositori 22 Juli 2026_Firli | |
| dc.description.abstract | Penelitian dan pengembangan ini dilatar belakangi oleh rendahnya tingkat Critical Thinking Skills dan hasil belajar peserta didik. Kondisi tersebut didukung oleh hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Sholehah et al., (2023) sebesar 48,8%; Putri et al., (2024) sebesar 35,86%; dan Harningsih & Suprijono, (2024) sebesar 47,33%. Temuan tersebut sejalan dengan hasil observasi awal di SMA Negeri 1 Jember yang menunjukkan sebagian besar peserta didik belum mencapai tingkat Critical Thinking Skills yang optimal, yaitu (38,89%) peserta didik pada kategori tinggi. (52,78%) pada kategori sedang, dan (8,33%) pada kategori rendah. Idealnya pembelajaran sejarah tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga mengembangkan Critical Thinking Skills dan hasil belajar peserta didik. Hasil analisis performansi peserta didik mengidentifikasi beberapa permasalahan yaitu; (1) 52,8% peserta didik mengalami kesulitan dalam menganalisis materi pembelajaran sejarah, (2) 41,7% kurangnya sumber belajar sejarah yang difasilitasi sekolah, (3) 44,4% peserta didik menilai metode pembelajaran kurang memberikan stimulus, (4) 61,1% peserta didik menilai model pembelajaran yang digunakan cenderung monoton (5) 38,9% media pembelajaran kurang menarik. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah yang dilaksanakan belum sepenuhnya memfasilitasi peserta didik dalam memahami dan menganalisis materi sejarah secara mendalam. Berdasarkan hasil analisis diatas, perlu dikembangkan model pembelajaran yang lebih inovatif selaras dengan permasalahan pembelajaran, salah satunya melalui model Challenge Based Learning berbantuan Artificial Intelligence yang menciptakan pembelajaran bersifat aktif, interaktif, dan bepusat pada peserta didik. Rumusan masalah dalam penelitian ini; (1) Bagaimana hasil pengembangan model Challenge Based Learning berbantuan Artificial Intelligence menggunakan model ADDIE?; (2) Bagaimana efektivitas pengembangan model Challenge Based Learning berbantuan Artificial Intelligence terhadap Critical Thinking Skills peserta didik?; dan (3) Bagaimana efektivitas pengembangan model Challenge Based Learning berbantuan Artificial Intelligence terhadap hasil belajar peserta didik?. Tujuan dari penelitian; (1) menghasilkan produk pengembangan model Challenge Based Learning berbantuan Artificial Intelligence pada pembelajaran Sejarah menggunakan model ADDIE; (2) menguji efektivitas model Challenge Based Learning berbantuan Artificial Intelligence terhadap Critical Thinking Skills peserta didik; dan (3) mengukur efektivitas model Challenge Based Learning berbantuan Artificial Intelligence terhadap hasil belajar peserta didik. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian dan pengembangan (R&D) model ADDIE yang dikembangkan oleh Branch terdiri atas lima tahapan yaitu Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Hasil uji validasi ahli menunjukkan bahwa model Challenge Based Learning berbantuan Artificial Intelligence yang dikembangkan menggunakan model ADDIE dinyatakan layak diterapkan dalam pembelajaran sejarah. Hasil validasi ahli bidang studi memperoleh rata-rata nilai 5 (Outstanding) yang berarti produk layak digunakan tanpa revisi, validasi ahli desain pembelajaran memperoleh rata-rata nilai 4,35 (Above Average) dan validasi ahli media pembelajaran memperoleh rata-rata nilai 4,54 (Above Average) yang berarti produk layak digunakan dengan sedikit revisi, serta hasil validasi ahli bahasa memperoleh ratarata nilai 4,66 (Outstanding) yang berarti produk layak digunakan tanpa revisi. Hasil penilaian uji coba pengguna pendidik memperoleh rata-rata nilai 4,64 (Outstanding) dan penilaian uji coba pengguna dari 3 peserta didik memperoleh rata-rata nilai 4,78 (Outstanding). Efektivitas model Challenge Based Learning berbantuan Artificial Intelligence untuk meningkatkan Critical Thinking Skills dan hasil belajar peserta didik dibuktikan melalui uji kelompok kecil. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai Sig. 0,000 < 0,05 pada kedua aspek. Selain itu, nilai effect size sebesar 0,930 pada aspek Critical Thinking Skills dan 0,918 pada aspek hasil belajar yang termasuk dalam kategori a very large effect. Pada uji kelompok besar, kelas eksperimen mengalami peningkatan Critical Thinking Skills dan hasil belajar yang signifikan dibandingkan dengan kelas kontrol. Hasil uji Independent Sample T-Test menunjukkan nilai Sig. 0,022 < 0,05 pada kedua aspek. Selain itu, hasil uji N-Gain Score menunjukkan peningkatan Critical Thinking Skills pada kelas eksperimen mencapai 69% sedangkan kelas kontrol sebesar 56%. Sementara itu, peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen mencapai 68%, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 57%. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa produk model Challenge Based Learning berbantuan Artificial Intelligence yang dikembangkan menggunakan model ADDIE layak diterapkan dalam pembelajaran sejarah serta penerapannya menunjukkan efektivitas terhadap peningkatan Critical Thinking Skills dan hasil belajar peserta didik. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama: Dr. Nurul Umamah, M.Pd. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11816 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Challenge Based Learning | |
| dc.subject | Artificial Intelligence | |
| dc.subject | Model Pembelajaran | |
| dc.subject | Kemampuan Berpikir Kritis | |
| dc.subject | Model ADDIE | |
| dc.title | Pengembangan Model Challenge Based Learning Berbantuan Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Critical Thinking Skills dan Hasil Belajar Menggunakan Model ADDIE | |
| dc.type | Other |
