Pengembangan Model Challenge Based Learning Berbantuan Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Critical Thinking Skills dan Hasil Belajar Menggunakan Model ADDIE
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Penelitian dan pengembangan ini dilatar belakangi oleh rendahnya tingkat
Critical Thinking Skills dan hasil belajar peserta didik. Kondisi tersebut didukung
oleh hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Sholehah et al., (2023) sebesar
48,8%; Putri et al., (2024) sebesar 35,86%; dan Harningsih & Suprijono, (2024)
sebesar 47,33%. Temuan tersebut sejalan dengan hasil observasi awal di SMA
Negeri 1 Jember yang menunjukkan sebagian besar peserta didik belum mencapai
tingkat Critical Thinking Skills yang optimal, yaitu (38,89%) peserta didik pada
kategori tinggi. (52,78%) pada kategori sedang, dan (8,33%) pada kategori rendah.
Idealnya pembelajaran sejarah tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi
juga mengembangkan Critical Thinking Skills dan hasil belajar peserta didik.
Hasil analisis performansi peserta didik mengidentifikasi beberapa
permasalahan yaitu; (1) 52,8% peserta didik mengalami kesulitan dalam
menganalisis materi pembelajaran sejarah, (2) 41,7% kurangnya sumber belajar
sejarah yang difasilitasi sekolah, (3) 44,4% peserta didik menilai metode
pembelajaran kurang memberikan stimulus, (4) 61,1% peserta didik menilai model
pembelajaran yang digunakan cenderung monoton (5) 38,9% media pembelajaran
kurang menarik. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah yang
dilaksanakan belum sepenuhnya memfasilitasi peserta didik dalam memahami dan
menganalisis materi sejarah secara mendalam.
Berdasarkan hasil analisis diatas, perlu dikembangkan model pembelajaran
yang lebih inovatif selaras dengan permasalahan pembelajaran, salah satunya
melalui model Challenge Based Learning berbantuan Artificial Intelligence yang
menciptakan pembelajaran bersifat aktif, interaktif, dan bepusat pada peserta didik.
Rumusan masalah dalam penelitian ini; (1) Bagaimana hasil pengembangan model
Challenge Based Learning berbantuan Artificial Intelligence menggunakan model
ADDIE?; (2) Bagaimana efektivitas pengembangan model Challenge Based
Learning berbantuan Artificial Intelligence terhadap Critical Thinking Skills
peserta didik?; dan (3) Bagaimana efektivitas pengembangan model Challenge
Based Learning berbantuan Artificial Intelligence terhadap hasil belajar peserta
didik?. Tujuan dari penelitian; (1) menghasilkan produk pengembangan model
Challenge Based Learning berbantuan Artificial Intelligence pada pembelajaran
Sejarah menggunakan model ADDIE; (2) menguji efektivitas model Challenge
Based Learning berbantuan Artificial Intelligence terhadap Critical Thinking Skills
peserta didik; dan (3) mengukur efektivitas model Challenge Based Learning
berbantuan Artificial Intelligence terhadap hasil belajar peserta didik. Metode
dalam penelitian ini menggunakan penelitian dan pengembangan (R&D) model
ADDIE yang dikembangkan oleh Branch terdiri atas lima tahapan yaitu Analyze,
Design, Develop, Implement, dan Evaluate.
Hasil uji validasi ahli menunjukkan bahwa model Challenge Based
Learning berbantuan Artificial Intelligence yang dikembangkan menggunakan
model ADDIE dinyatakan layak diterapkan dalam pembelajaran sejarah. Hasil
validasi ahli bidang studi memperoleh rata-rata nilai 5 (Outstanding) yang berarti
produk layak digunakan tanpa revisi, validasi ahli desain pembelajaran memperoleh
rata-rata nilai 4,35 (Above Average) dan validasi ahli media pembelajaran
memperoleh rata-rata nilai 4,54 (Above Average) yang berarti produk layak
digunakan dengan sedikit revisi, serta hasil validasi ahli bahasa memperoleh ratarata nilai 4,66 (Outstanding) yang berarti produk layak digunakan tanpa revisi.
Hasil penilaian uji coba pengguna pendidik memperoleh rata-rata nilai 4,64
(Outstanding) dan penilaian uji coba pengguna dari 3 peserta didik memperoleh
rata-rata nilai 4,78 (Outstanding).
Efektivitas model Challenge Based Learning berbantuan Artificial
Intelligence untuk meningkatkan Critical Thinking Skills dan hasil belajar peserta
didik dibuktikan melalui uji kelompok kecil. Hasil uji Paired Sample T-Test
menunjukkan nilai Sig. 0,000 < 0,05 pada kedua aspek. Selain itu, nilai effect size
sebesar 0,930 pada aspek Critical Thinking Skills dan 0,918 pada aspek hasil belajar
yang termasuk dalam kategori a very large effect. Pada uji kelompok besar, kelas
eksperimen mengalami peningkatan Critical Thinking Skills dan hasil belajar yang
signifikan dibandingkan dengan kelas kontrol. Hasil uji Independent Sample T-Test
menunjukkan nilai Sig. 0,022 < 0,05 pada kedua aspek. Selain itu, hasil uji N-Gain
Score menunjukkan peningkatan Critical Thinking Skills pada kelas eksperimen
mencapai 69% sedangkan kelas kontrol sebesar 56%. Sementara itu, peningkatan
hasil belajar pada kelas eksperimen mencapai 68%, sedangkan pada kelas kontrol
sebesar 57%. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa produk
model Challenge Based Learning berbantuan Artificial Intelligence yang
dikembangkan menggunakan model ADDIE layak diterapkan dalam pembelajaran
sejarah serta penerapannya menunjukkan efektivitas terhadap peningkatan Critical
Thinking Skills dan hasil belajar peserta didik.
Description
Validasi file repositori 22 Juli 2026_Firli
