Efektivitas Pembelajaran Diferensiasi Proses terhadap Kemandirian Belajar Siswa pada Materi Jurnal Penyesuaian
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pembelajaran berdiferensiasi proses merupakan strategi yang dirancang
untuk menyesuaikan proses belajar siswa berdasarkan kebutuhan individual seperti
gaya belajar, minat, dan kesiapan. Penerapan pembelajaran ini memberikan ruang
kepada siswa untuk memilih cara belajar yang paling sesuai dengan dirinya
sehingga dapat mendorong kemandirian dalam belajar. Penerapan diferensiasi
proses dalam pembelajaran dapat menjadi alternatif yang efektif dalam
meningkatkan kualitas belajar siswa terutama dalam materi yang bersifat kompleks
seperti jurnal penyesuaian.
Kemandirian belajar merupakan salah satu kompetensi yang perlu
dikembangkan sejak dini agar siswa mampu mengatur dan mengontrol proses
belajarnya secara mandiri. Siswa yang memiliki kemandirian belajar akan
menunjukkan tanggung jawab, inisiatif, serta kemampuan dalam menghadapi
tantangan akademik tanpa tergantung sepenuhnya pada guru atau teman. Namun
dalam kenyataannya masih banyak siswa yang menunjukkan kemandirian belajar
yang rendah, seperti pasif dalam diskusi kelompok, tidak percaya diri, dan enggan
mencari solusi secara mandiri.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode kuasi
eksperimental menggunakan desain nonequivalent control group. Lokasi penelitian
dilakukan di SMK Negeri 1 Jember dengan subjek siswa kelas X AKL. Terdapat
dua kelas yang dijadikan sebagai sampel yaitu kelas X AKL 1 sebagai kelas
eksperimen dan kelas X AKL 2 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan
perlakuan berupa pembelajaran model Problem Based Learning (PBL) dengandiferensiasi proses sedangkan kelas kontrol hanya menggunakan model PBL.
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Analisis data menggunakan uji asumsi klasik dan uji independent sample t-test
dengan bantuan SPSS.
Penerapan diferensiasi proses memberikan efek yang signifikan terhadap
kemandirian belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata kemandirian
belajar pada kelas eksperimen yang lebih tinggi sebesar 70,8 dibandingkan dengan
kelas kontrol sebesar 54,3. Indikator tanggung jawab menjadi yang tertinggi di
kelas eksperimen dengan persentase 75,5% karena proses pembelajaran yang
memungkinkan siswa bertanggung jawab sesuai kemampuan mereka dapat
membentuk kebiasaan belajar yang mandiri. Sedangkan indikator percaya diri
menjadi yang terendah dengan persentase 66,7% karena walaupun siswa diberikan
keleluasaan dalam pembelajaran diferensiasi proses mereka masih merasa kurang
yakin akan kemampuan sendiri dan takut untuk mengambil keputusan belajar
secara mandiri.
Hasil uji t-test menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05),
yang berarti pembelajaran diferensiasi proses efektif dalam mengoptimalkan
kemandirian belajar siswa pada materi jurnal penyesuaian. Siswa yang belajar
menggunakan model PBL dengan diferensiasi proses mampu menunjukkan sikap
mandiri, ulet dalam menghadapi kesulitan, dan aktif dalam diskusi kelompok.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan
model pembelajaran PBL dengan diferensiasi proses efektif dalam mengoptimalkan
kemandirian belajar siswa. Siswa menjadi lebih aktif dan berinisiatif, menunjukkan
pengendalian diri yang baik, serta bertanggung jawab dalam proses pembelajaran.
Selain itu pembelajaran ini juga mengurangi ketergantungan siswa terhadap guru,
serta memberikan ruang untuk mengembangkan gaya belajar yang sesuai dengan
potensi diri masing-masing. Pembelajaran berdiferensiasi proses dapat menjadi
solusi untuk meningkatkan mutu pembelajaran yang berpihak pada kebutuhan
siswa.
Description
Reupload file repository 5 Februari 2026_Arif/Halima
