Identifikasi Penyebaran Jerawat Berdasarkan Ruang Warna YCbCr Menggunakan Metode K-Means Clustering

dc.contributor.authorUlfie Sakha Aulasya
dc.date.accessioned2026-02-03T03:27:48Z
dc.date.issued2025-01-10
dc.descriptionupload by Teddy_3/2/2026
dc.description.abstractJerawat merupakan penyakit kulit yang terjadi akibat gangguan pada kelenjar minyak kulit yang menyebabkan penyumbatan pori-pori. Setiap orang yang berada di usia muda pernah mengalami jerawat, dengan prevalensi sekitar 85% pada rentang usia 12 hingga 24 tahun. Pada beberapa kasus, jerawat muncul dalam jumlah yang signifikan di berbagai area wajah, sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam perawatannya. Pemantauan secara visual sering kali kurang akurat dalam menentukan seberapa luas jerawat menyebar terutama pada kondisi kondisi jerawat yang lebih parah. Oleh karena itu, diperlukan identifikasi area penyebaran jerawat agar dapat memperoleh penanganan yang tepat. Dengan adanya kemajuan teknologi dalam pengolahan citra, proses identifikasi jerawat dapat dilakukan dengan lebih mudah hanya menggunakan gambar jerawat. Proses pengolahan citra untuk menilai tingkat keparahan jerawat dapat dilakukan dengan lebih efisien jika warna kulit dapat direpresentasikan dengan baik. Salah satu cara yang efektif untuk mendekati persepsi warna kulit yang dilihat oleh mata manusia adalah dengan mengkonversi ruang warna citra ke dalam ruang warna YCbCr. Pengaplikasian program ini dilakukan pada citra wajah berjerawat pada bagian pipi. Citra tersebut adalah gambar yang akan diidentifikasi penyebaran jerawatnya. Citra wajah akan disegmentasi untuk menentukan ruang warna jerawat dan non-jerawat melalui skin detection dengan komponen nilai rentang Cb dan Cr. Proses dari metode K-Means Clustering digunakan untuk mengelompokan daerah jerawat dan non-jerawat serta menunjukkan hasil persentase penyebaran daerahnya. Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan, gambar asli yang diambil dari citra kulit berjerawat, tampak adanya beberapa lesi jerawat yang tersebar pada area wajah dengan warna merah hingga merah tua. Warna kulit normal juga terlihat jelas, menampilkan gradasi dari warna kulit yang sehat ke area yang lebih meradang akibat jerawat. Pada kolom hasil K-Means Clustering, terlihat perbedaan yang signifikan, di mana area yang terdapat jerawat dipisahkan dari area non-jerawat. Pada gambar hasilnya, area yang tersegmentasi sebagai jerawat ditampilkan dengan warna tosca dengan warna biru sebagai background yang menandakan non-jerawat. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa metode yang digunakan mampu dalam mengenali dan memisahkan area non-jerawat dan jerawat dengan baik, memberikan gambaran visual dan kuantitatif yang konsisten untuk mendukung penilaian distribusi penyebaran kondisi jerawat. Dengan hasil ini, program dapat digunakan sebagai alat bantu dalam analisis lebih lanjut tentang jerawat dan perawatannya.
dc.description.sponsorshipDr. Kiswara Agung Santoso, S.Si., M.Kom. - Dr. Agustina Pradjaningsih, S.Si., M.Si.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1192
dc.publisherFakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
dc.subjectJerawat
dc.subjectK-Means Clustering
dc.subjectYCbCr
dc.titleIdentifikasi Penyebaran Jerawat Berdasarkan Ruang Warna YCbCr Menggunakan Metode K-Means Clustering
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
ULFIE SAKHA AULASYA - 201810101098.pdf
Size:
1.68 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: