Identifikasi Penyebaran Jerawat Berdasarkan Ruang Warna YCbCr Menggunakan Metode K-Means Clustering
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Jerawat merupakan penyakit kulit yang terjadi akibat gangguan pada
kelenjar minyak kulit yang menyebabkan penyumbatan pori-pori. Setiap orang
yang berada di usia muda pernah mengalami jerawat, dengan prevalensi sekitar
85% pada rentang usia 12 hingga 24 tahun. Pada beberapa kasus, jerawat muncul
dalam jumlah yang signifikan di berbagai area wajah, sehingga membutuhkan
perhatian khusus dalam perawatannya. Pemantauan secara visual sering kali kurang
akurat dalam menentukan seberapa luas jerawat menyebar terutama pada kondisi
kondisi jerawat yang lebih parah. Oleh karena itu, diperlukan identifikasi area
penyebaran jerawat agar dapat memperoleh penanganan yang tepat. Dengan adanya
kemajuan teknologi dalam pengolahan citra, proses identifikasi jerawat dapat
dilakukan dengan lebih mudah hanya menggunakan gambar jerawat. Proses
pengolahan citra untuk menilai tingkat keparahan jerawat dapat dilakukan dengan
lebih efisien jika warna kulit dapat direpresentasikan dengan baik. Salah satu cara
yang efektif untuk mendekati persepsi warna kulit yang dilihat oleh mata manusia
adalah dengan mengkonversi ruang warna citra ke dalam ruang warna YCbCr.
Pengaplikasian program ini dilakukan pada citra wajah berjerawat pada bagian pipi.
Citra tersebut adalah gambar yang akan diidentifikasi penyebaran jerawatnya. Citra
wajah akan disegmentasi untuk menentukan ruang warna jerawat dan non-jerawat
melalui skin detection dengan komponen nilai rentang Cb dan Cr. Proses dari
metode K-Means Clustering digunakan untuk mengelompokan daerah jerawat dan
non-jerawat serta menunjukkan hasil persentase penyebaran daerahnya.
Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan, gambar asli yang diambil
dari citra kulit berjerawat, tampak adanya beberapa lesi jerawat yang tersebar pada
area wajah dengan warna merah hingga merah tua. Warna kulit normal juga terlihat
jelas, menampilkan gradasi dari warna kulit yang sehat ke area yang lebih meradang
akibat jerawat. Pada kolom hasil K-Means Clustering, terlihat perbedaan yang
signifikan, di mana area yang terdapat jerawat dipisahkan dari area non-jerawat.
Pada gambar hasilnya, area yang tersegmentasi sebagai jerawat ditampilkan dengan
warna tosca dengan warna biru sebagai background yang menandakan non-jerawat.
Hasil dari program ini menunjukkan bahwa metode yang digunakan mampu dalam
mengenali dan memisahkan area non-jerawat dan jerawat dengan baik, memberikan
gambaran visual dan kuantitatif yang konsisten untuk mendukung penilaian
distribusi penyebaran kondisi jerawat. Dengan hasil ini, program dapat digunakan
sebagai alat bantu dalam analisis lebih lanjut tentang jerawat dan perawatannya.
Description
upload by Teddy_3/2/2026
