Efektivitas Konsentrasi BAP (6-Benzylaminopurine) dan Air Kelapa terhadap Multiplikasi Tunas Tanaman Krisan (Chrysanthemum morifolium L)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Tanaman Krisan merupakan tanaman florikultura yang memiliki banyak
permintaan dalam pasar domestik maupun internasional karena memiliki bentuk,
ukuran dan warna yang menarik. Namun, produksi bunga potong krisan masih
mengalami penurunan 0,27% pada tahun 2024. Indonesia hanya mampu
mengeskpor bunga potong krisan 1,24% (289,09 ton) dari total ekspor bunga
potong krisan internasional yang mencapai 23.194 ton. Pada tahun 2023, Indonesia
mengalami peningkatan impor tanaman indukan krisan 5x lipat dari tahun 2022.
Permasalaham perbanyakan stek pucuk secara konvensional dapat menurunkan
produktivitas tanaman indukan apabila dilakukan berulang kali. Oleh karena itu,
diperlukan teknik kultur jaringan yang dapat menghasilkan tanaman indukan dalam
jumlah banyak dan sehat dalam waktu singkat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi konsentrasi ZPT BAP dan
air kelapa untuk menghasilkan multiplikasi tunas krisan yang optimal. Eksplan
nodal memiliki kemampuan regenerasi tinggi dan ZPT BAP dapat merangsang
pertumbuhan tunas, serta air kelapa yang mengandung banyak nutrisi dan hormon.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor yaitu
konsentrasi ZPT BAP dengan 4 taraf, dan konsentrasi air kelapa dengan 3 taraf,
sehingga didapat 12 perlakuan. Setiap perlakuan diulang 3 kali, menghasilkan 36
unit percobaan. Data kuantitatif yang diperoleh berupa kedinian tunas, persentase
eksplan bertunas, persentase eksplan berkalus, jumlah tunas, jumlah daun,
persentase eksplan berakar, jumlah akar, panjang akar, tinggi tanaman, dan
persentase hidup aklimatisasi. Analisis data kuantitatif secara statistik melalui uji
ANOVA, apabila berpengaruh signifikan dilanjutkan uji lanjut DMRT dengan taraf
kepercayaan 95%.
Konsentrasi ZPT BAP berpengaruh signifikan terhadap jumlah tunas tertinggi
sebesar 2,78 dan jumlah daun 22,11 helai pada K1B4. Konsentrasi air kelapa
berpengaruh signifikan terhadap kedinian tunas tersepat yaitu 4,50 HSI pada K2B1.
Interaksi konsentrasi ZPT BAP dan air kelapa berpengaruh signifikan terhadap
jumlah akar terbaik sejumlah 4,67 pada K2B3, persentase eksplan berakar terbaik
yaitu 89%, panjang akar terbaik 7,26 cm, dan tinggi tanaman 14,6 cm, serta
persentase hidup aklimatisasi 67% pada K3B2.
Description
Reuploud file repositori 2 Feb 2026_Firli
