Identifikasi Mikroplastik Pada Ikan Lele (Clarias sp.) dan Air Lindi di Kolam Penampung Lindi TPA Pakusari
| dc.contributor.author | Afifah Nur Azizah | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-14T03:11:24Z | |
| dc.date.issued | 2026-05-26 | |
| dc.description | :: Finalisasi repositori 14 Juli 2026_Kurnadi | |
| dc.description.abstract | Peningkatan penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari menyebabkan meningkatnya pencemaran mikroplastik di lingkungan. Sampah plastik yang menumpuk di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat mengalami degradasi akibat paparan sinar matahari, suhu, dan aktivitas lingkungan hingga terfragmentasi menjadi mikroplastik. Partikel tersebut kemudian terbawa bersama air lindi dan mencemari lingkungan sekitar. TPA Pakusari Kabupaten Jember merupakan salah satu TPA dengan volume sampah tinggi dan didominasi oleh sampah plastik, sehingga berpotensi menjadi sumber pencemaran mikroplastik. Selain itu, keberadaan ikan lele di kolam penampung lindi yang dimanfaatkan sebagai bioindikator dan dikonsumsi masyarakat menimbulkan kekhawatiran terhadap risiko kesehatan akibat paparan mikroplastik melalui rantai makanan. Mikroplastik yang masuk ke tubuh manusia diketahui dapat membawa zat berbahaya dan memengaruhi kesehatan dalam jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan kelimpahan dan karakteristik mikroplastik pada ikan lele (Clarias sp.) dan air lindi di kolam penampung lindi TPA Pakusari. Karakteristik yang dianalisis meliputi bentuk, warna, ukuran, dan jenis polimer mikroplastik. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan sampel berupa air lindi sebanyak 1 liter serta organ ikan lele yang terdiri atas insang 57 gram, usus 13 gram, dan daging 50 gram. Pengambilan sampel air lindi dilakukan menggunakan teknik grab sampling. Identifikasi mikroplastik dilakukan menggunakan mikroskop stereo untuk mengetahui jumlah, bentuk, warna, dan ukuran partikel, sedangkan identifikasi jenis polimer dilakukan menggunakan uji Fourier Transform Infrared (FTIR) di Laboratorium Ecoton Gresik, Jawa Timur. Data penelitian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel serta narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik ditemukan pada seluruh sampel, baik air lindi maupun organ ikan lele. Kelimpahan mikroplastik tertinggi ditemukan pada usus ikan sebesar 1 partikel/gram, diikuti insang sebesar 0,59 partikel/gram dan daging sebesar 0,26 partikel/gram. Sementara itu, pada air lindi ditemukan kelimpahan sebesar 36 partikel/liter. Tingginya kelimpahan pada usus menunjukkan bahwa mikroplastik dominan masuk melalui proses ingesti, sedangkan keberadaan pada insang menunjukkan paparan melalui respirasi. Ditemukannya mikroplastik pada daging ikan menunjukkan adanya perpindahan partikel ke jaringan tubuh ikan yang dikonsumsi manusia. Berdasarkan bentuknya, mikroplastik terdiri atas fiber, fragmen, dan film, dengan fiber sebagai bentuk yang paling dominan sebesar 47,9%. Dominasi fiber diduga berasal dari limbah tekstil atau bahan sintetis lain yang terdegradasi di lingkungan TPA. Berdasarkan warna, mikroplastik menunjukkan variasi yang beragam dan didominasi warna biru sebesar 24%, diikuti warna hitam dan cokelat. Berdasarkan ukuran, mikroplastik yang ditemukan berkisar antara 0,2-4,98 mm dengan dominasi small microplastics pada organ ikan dan large microplastics pada air lindi. Hasil analisis FTIR menunjukkan bahwa jenis polimer yang paling dominan adalah High-Density Polyethylene (HDPE), sedangkan Polypropylene (PP) ditemukan pada usus ikan. Jenis polimer HDPE dan PP umumnya berasal dari limbah plastik rumah tangga seperti botol, kantong plastik, dan kemasan makanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ikan lele dan air lindi di kolam penampung lindi TPA Pakusari telah terkontaminasi mikroplastik dengan karakteristik yang beragam. Tingginya kelimpahan mikroplastik pada air lindi menunjukkan bahwa lingkungan kolam lindi menjadi sumber utama paparan mikroplastik bagi ikan lele. Berdasarkan hal tersebut, disarankan kepada pengelola TPA Pakusari untuk mengganti ikan bioindikator dengan ikan non konsumsi serta membatasi aktivitas memancing di area kolam lindi. Selain itu, DPRKPLH Kabupaten Jember disarankan memperkuat regulasi pemilahan sampah plastik sejak dari sumbernya untuk mengurangi pembentukan mikroplastik di lingkungan. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Khoiron, S.KM., M.Sc | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11208 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kesehatan Masyarakat | |
| dc.subject | Mikroplastik | |
| dc.subject | Ikan lele (Clarias sp.) | |
| dc.subject | Air Lindi | |
| dc.title | Identifikasi Mikroplastik Pada Ikan Lele (Clarias sp.) dan Air Lindi di Kolam Penampung Lindi TPA Pakusari | |
| dc.type | Other |
