Identifikasi Mikroplastik Pada Ikan Lele (Clarias sp.) dan Air Lindi di Kolam Penampung Lindi TPA Pakusari
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Peningkatan penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari menyebabkan
meningkatnya pencemaran mikroplastik di lingkungan. Sampah plastik yang
menumpuk di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat mengalami degradasi akibat
paparan sinar matahari, suhu, dan aktivitas lingkungan hingga terfragmentasi
menjadi mikroplastik. Partikel tersebut kemudian terbawa bersama air lindi dan
mencemari lingkungan sekitar. TPA Pakusari Kabupaten Jember merupakan salah
satu TPA dengan volume sampah tinggi dan didominasi oleh sampah plastik,
sehingga berpotensi menjadi sumber pencemaran mikroplastik. Selain itu,
keberadaan ikan lele di kolam penampung lindi yang dimanfaatkan sebagai
bioindikator dan dikonsumsi masyarakat menimbulkan kekhawatiran terhadap
risiko kesehatan akibat paparan mikroplastik melalui rantai makanan. Mikroplastik
yang masuk ke tubuh manusia diketahui dapat membawa zat berbahaya dan
memengaruhi kesehatan dalam jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini untuk
menggambarkan kelimpahan dan karakteristik mikroplastik pada ikan lele (Clarias
sp.) dan air lindi di kolam penampung lindi TPA Pakusari. Karakteristik yang
dianalisis meliputi bentuk, warna, ukuran, dan jenis polimer mikroplastik.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan sampel
berupa air lindi sebanyak 1 liter serta organ ikan lele yang terdiri atas insang 57
gram, usus 13 gram, dan daging 50 gram. Pengambilan sampel air lindi dilakukan
menggunakan teknik grab sampling. Identifikasi mikroplastik dilakukan
menggunakan mikroskop stereo untuk mengetahui jumlah, bentuk, warna, dan
ukuran partikel, sedangkan identifikasi jenis polimer dilakukan menggunakan uji
Fourier Transform Infrared (FTIR) di Laboratorium Ecoton Gresik, Jawa Timur.
Data penelitian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel serta
narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik ditemukan pada seluruh
sampel, baik air lindi maupun organ ikan lele. Kelimpahan mikroplastik tertinggi
ditemukan pada usus ikan sebesar 1 partikel/gram, diikuti insang sebesar 0,59
partikel/gram dan daging sebesar 0,26 partikel/gram. Sementara itu, pada air lindi
ditemukan kelimpahan sebesar 36 partikel/liter. Tingginya kelimpahan pada usus
menunjukkan bahwa mikroplastik dominan masuk melalui proses ingesti,
sedangkan keberadaan pada insang menunjukkan paparan melalui respirasi.
Ditemukannya mikroplastik pada daging ikan menunjukkan adanya perpindahan
partikel ke jaringan tubuh ikan yang dikonsumsi manusia.
Berdasarkan bentuknya, mikroplastik terdiri atas fiber, fragmen, dan film,
dengan fiber sebagai bentuk yang paling dominan sebesar 47,9%. Dominasi fiber
diduga berasal dari limbah tekstil atau bahan sintetis lain yang terdegradasi di
lingkungan TPA. Berdasarkan warna, mikroplastik menunjukkan variasi yang
beragam dan didominasi warna biru sebesar 24%, diikuti warna hitam dan cokelat.
Berdasarkan ukuran, mikroplastik yang ditemukan berkisar antara 0,2-4,98 mm
dengan dominasi small microplastics pada organ ikan dan large microplastics pada
air lindi. Hasil analisis FTIR menunjukkan bahwa jenis polimer yang paling
dominan adalah High-Density Polyethylene (HDPE), sedangkan Polypropylene
(PP) ditemukan pada usus ikan. Jenis polimer HDPE dan PP umumnya berasal dari
limbah plastik rumah tangga seperti botol, kantong plastik, dan kemasan makanan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa ikan lele dan air lindi di kolam
penampung lindi TPA Pakusari telah terkontaminasi mikroplastik dengan
karakteristik yang beragam. Tingginya kelimpahan mikroplastik pada air lindi
menunjukkan bahwa lingkungan kolam lindi menjadi sumber utama paparan
mikroplastik bagi ikan lele. Berdasarkan hal tersebut, disarankan kepada pengelola
TPA Pakusari untuk mengganti ikan bioindikator dengan ikan non konsumsi serta
membatasi aktivitas memancing di area kolam lindi. Selain itu, DPRKPLH
Kabupaten Jember disarankan memperkuat regulasi pemilahan sampah plastik
sejak dari sumbernya untuk mengurangi pembentukan mikroplastik di lingkungan.
Description
:: Finalisasi repositori 14 Juli 2026_Kurnadi
