Sistem Pengupahan Tenaga Kerja Borongan dalam Perspektif Pertukaran Sosial Pada Industri Tenun Ikat Kediri

dc.contributor.authorEvi Diana Sari
dc.date.accessioned2026-06-03T07:00:02Z
dc.date.issued2024-07-22
dc.descriptionReuploud Repository hasyim Juni 2026 Validasi file repositori 3 Juni 2026_Dea_Firli
dc.description.abstractSistem pengupahan borongan masih ditemui di berbagai Industri yang masih menggunakan sistem tersebut yaitu industri tenun ikat Sinar Barokah, Bandoel, Kodok Ngorek 2 dan Palugada. Sistem ini masih digunakan karena terdapat hubungan pertukaran didalamnya. Subjek dalam penelitian ini adalah pemilik industri dan pekerja borongan yang masih menggunakan sistem tersebut. Informan dalam penelitian ditentukan dengan cara purposive sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan studi fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi sumber data. Hasil penelitian dianalisis menggunakan 4 tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori pertukaran sosial George C. Homans sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses produksi, terdapat pertukaran sosial yang terjadi antara pemilik industri dengan pekerja borongan. Terdapat biaya (cost)yang dikeluarkan untuk mendapatkan keuntungan (reward). Cost dan reward tersebut berbentuk material dan non material. Dalam bentuk material seperti upah pekerja, bonus pekerjaan, 14 proses pembuatan tenun ikat dan hasil produksi, omset penjualan serta fasilitas bekerja. Sedangkan bentuk non material seperti rasa kekeluargaan, kepedulian, saling menghargai, saling membantu, jam kerja fleksibel dan rasa pertemanan. Pada industri tenun ikat juga terdapat hubungan yang sesuai dengan proposisi teori pertukaran sosial. Prosisi tersebut yaitu sukses, stimulus, nilai, deprivasi, dan approval-aggressions. Ketika pemilik industri dan pekerja berperilaku tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan maka seseorang akan merasa kecewa dan dapat memberikan punishment atau hukuman. Hukuman yang diberikan pemilik industri pada pekerja borongan adalah teguran dan diberhentikan kerja sedangkan hukuman yang diberikan pekerja borongan pada pemilik industri adalah berhenti bekerja.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Hery Prasetyo S.Sos.M.Sosio
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/7825
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
dc.subjectindustri
dc.subjectpekerja borongan
dc.subjectpertukaran sosial
dc.subjectsistem upah borongan
dc.subjecttenun ikat
dc.titleSistem Pengupahan Tenaga Kerja Borongan dalam Perspektif Pertukaran Sosial Pada Industri Tenun Ikat Kediri
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
EVI DIANA SARI - 200910302047.pdf
Size:
1.65 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: