Sistem Pengupahan Tenaga Kerja Borongan dalam Perspektif Pertukaran Sosial Pada Industri Tenun Ikat Kediri
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Sistem pengupahan borongan masih ditemui di berbagai Industri yang
masih menggunakan sistem tersebut yaitu industri tenun ikat Sinar Barokah,
Bandoel, Kodok Ngorek 2 dan Palugada. Sistem ini masih digunakan karena
terdapat hubungan pertukaran didalamnya. Subjek dalam penelitian ini adalah
pemilik industri dan pekerja borongan yang masih menggunakan sistem tersebut.
Informan dalam penelitian ditentukan dengan cara purposive sampling. Metode
penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan studi fenomenologi.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Uji keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi sumber data.
Hasil penelitian dianalisis menggunakan 4 tahap yaitu pengumpulan data, reduksi
data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori
pertukaran sosial George C. Homans sebagai pisau analisis. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa dalam proses produksi, terdapat pertukaran sosial yang
terjadi antara pemilik industri dengan pekerja borongan. Terdapat
biaya
(cost)yang dikeluarkan untuk mendapatkan keuntungan (reward). Cost dan
reward tersebut berbentuk material dan non material. Dalam bentuk material
seperti upah pekerja, bonus pekerjaan, 14 proses pembuatan tenun ikat dan hasil
produksi, omset penjualan serta fasilitas bekerja. Sedangkan bentuk non material
seperti rasa kekeluargaan, kepedulian, saling menghargai, saling membantu, jam
kerja fleksibel dan rasa pertemanan. Pada industri tenun ikat juga terdapat
hubungan yang sesuai dengan proposisi teori pertukaran sosial. Prosisi tersebut
yaitu sukses, stimulus, nilai, deprivasi, dan approval-aggressions. Ketika pemilik
industri dan pekerja berperilaku tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan maka
seseorang akan merasa kecewa dan dapat memberikan punishment atau hukuman.
Hukuman yang diberikan pemilik industri pada pekerja borongan adalah teguran
dan diberhentikan kerja sedangkan hukuman yang diberikan pekerja borongan
pada pemilik industri adalah berhenti bekerja.
Description
Reuploud Repository hasyim Juni 2026
Validasi file repositori 3 Juni 2026_Dea_Firli
