Kesalahan Pelafalan Kata Pada Siswa Tunagrahita Ringan di SLBN Jember: Analisis Psikolinguistik
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Kemampuan berbahasa merupakan aspek penting dalam perkembangan
kognitif dan sosial anak, termasuk kemampuan dalam melafalkan bunyi bahasa
secara jelas dan tepat. Namun, pada siswa penyandang tunagrahita ringan,
kemampuan tersebut cenderung terhambat akibat keterbatasan intelektual yang
memengaruhi proses berpikir, perencanaan ujaran, serta koordinasi alat ucap.
Akibatnya, tuturan yang dihasilkan kerap menunjukkan berbagai bentuk
penyimpangan pelafalan, baik berupa penggantian, penghilangan, maupun
penambahan bunyi.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk
bentuk kesalahan pelafalan kata pada siswa tunagrahita ringan di SLBN Jember
berdasarkan kajian psikolinguistik. Fokus penelitian mencakup pelafalan konsonan
pada kata dasar, kata berimbuhan, kata ulang, dan komposisi. Penelitian ini
menggunakan rancangan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Data dalam
penelitian ini berupa bentuk kebahasaan yang mencakup kata dasar, kata
berimbuhan, kata ulang, dan komposisi. Sumber data dalam penelitian adalah
tuturan dua siswa SLBN Jember penyandang tunagrahita ringan kelas V sekolah
dasar usia 12 tahun dengan inisial nama RS dan NK. Teknik pengumpulan data
yang digunakan adalah teknik simak libat cakap, yang didukung dengan teknik
rekam dan catat. Teknik analisis data yang digunakan penelitian ini terdiri atas tiga
tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bentuk kesalahan pelafalan kata dasar, kata
berimbuhan, kata ulang, dan komposisi yang diperoleh oleh siswa penyandang
tunagrahita ringan. Bentuk pelafalan kesalahan pelafalan kata dasar yang diperoleh
oleh siswa tunagrahita ringan, yaitu pelafalan konsonan hambat, pelafalan
konsonan frikatif, pelafalan konsonan getar, pelafalan konsonan nasal, dan
pelafalan konsonan lateral. Bentuk kesalahan pelafalan kata berimbuhan yang
diperoleh oleh siswa tunagrahita ringan, yaitu konsonan hambat, konsonan getar,
dan konsonan lateral. Bentuk kesalahan pelafalan kata ulang yang diperoleh oleh
siswa tunagrahita ringan, yaitu konsonan hambat, konsonan nasal, konsonan getar,
dan konsonan lateral. Bentuk kesalahan pelafalan komposisi yang diperoleh oleh
siswa tunagrahita ringan, yaitu pelafalan konsonan hambat, konsonan getar, dan
konsonan lateral. Konsonan yang mengalami gangguan pelafalan mencakup hampir
seluruh bentuk konsonan, kecuali konsonan frikatif labiodental /v/ dan konsonan
semivokal mediopalatal /y/. Gangguan tersebut ditandai oleh perubahan bunyi
berupa penggantian /r/ menjadi /ɭ/ atau /ʋ/, perubahan /n/ menjadi /ŋ/, penghilangan
konsonan, serta penambahan bunyi tertentu.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diajukan beberapa saran, yaitu: (1)
penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan kajian psikolinguistik, khususnya
terkait proses pelafalan pada siswa tunagrahita ringan; (2) bagi guru Sekolah Luar
Biasa, hasil penelitian ini dijadikan sebagai salah satu dasar dalam merancang
strategi pembelajaran bahasa Indonesia dan latihan artikulasi yang lebih sesuai
dengan karakteristik siswa; (3) bagi peneliti di bidang psikolinguistik, penelitian ini
dijadikan sebagai salah satu referensi dalam mengembangkan kajian psikolinguistik
dengan fokus yang berbeda pada peserta didik berkebutuhan khusus; serta (4) bagi
mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, penelitian ini dijadikan
sebagai bahan memperkaya wawasan dalam memahami dan menganalisis
fenomena kebahasaan dari perspektif psikolinguistik.
Description
Reupload Repositori File 04 Juni 2026_Kholif Basri
:: Finalisasi Repositori File 5 Juni 2026_Kurnadi
