Gangguan Kesehatan Mental Mahasiswi Kecanduan TikTok di Kabupaten Jember

dc.contributor.authorSinta Arfiani
dc.date.accessioned2026-02-04T03:45:49Z
dc.date.issued2025-07-08
dc.descriptionReupload file repositori 4 februari 2026_ratna/dea
dc.description.abstractSalah satu media sosial yang banyak digunakan yakni TikTok. Jumlah pengguna TikTok di Indonesia pada bulan Juli 2024 sejumlah 157,6 juta jiwa. Mahasiswi yang berada pada fase perkembangan dewasa awal tidak dapat lepas dari penggunaan TikTok. Peneliti melakukan studi pendahuluan kepada 82 mahasiswa di tujuh perguruan tinggi di Kabupaten Jember dan diperoleh hasil 17% tidak kecanduan TikTok, 5% mahasiswa kecanduan TikTok dan 78% mahasiswi lebih kecanduan TikTok. Mahasiswi yang mengalami kecanduan TikTok mengeluhkan dampak terhadap kesehatan mentalnya, seperti kesulitan manajemen waktu, penurunan produktivitas, FOMO, gangguan tidur, overthinking, insecurity, serta gangguan mood. Hal tersebut menunjukkan adanya tekanan psikologis yang dialami mahasiswi akibat penggunaan TikTok sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gangguan kesehatan mental mahasiswi kecanduan TikTok di Kabupaten Jember menggunakan teori ABC (Antecedent-Behavior-Consequence). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kabupaten Jember pada bulan 31 Januari – 31 Mei 2025 dengan 7 orang informan utama (IU) dan 7 orang informan tambahan (IT). Proses penentuan informan dipilih melalui teknik purposive. Teknik pengambilan data yang digunakan berupa wawancara mendalam semi terstruktur dan dokumentasi. Triangulasi pada penelitian ini menggunakan triangulasi teknik (menggabungkan wawancara mendalam dan dokumentasi terhadap IU) dan triangulasisumber (wawancara mendalam kepada IU dan IT untuk memperoleh sudut pandang yang beragam). Teknik analisis data yang digunakan adalah thematic content analysis. Penelitian ini telah melakukan uji etik dengan No. 2910/UN25.8/KEPK/DL/2025. Salah satu media sosial yang banyak digunakan yakni TikTok. Jumlah pengguna TikTok di Indonesia pada bulan Juli 2024 sejumlah 157,6 juta jiwa. Mahasiswi yang berada pada fase perkembangan dewasa awal tidak dapat lepas dari penggunaan TikTok. Peneliti melakukan studi pendahuluan kepada 82 mahasiswa di tujuh perguruan tinggi di Kabupaten Jember dan diperoleh hasil 17% tidak kecanduan TikTok, 5% mahasiswa kecanduan TikTok dan 78% mahasiswi lebih kecanduan TikTok. Mahasiswi yang mengalami kecanduan TikTok mengeluhkan dampak terhadap kesehatan mentalnya, seperti kesulitan manajemen waktu, penurunan produktivitas, FOMO, gangguan tidur, overthinking, insecurity, serta gangguan mood. Hal tersebut menunjukkan adanya tekanan psikologis yang dialami mahasiswi akibat penggunaan TikTok sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gangguan kesehatan mental mahasiswi kecanduan TikTok di Kabupaten Jember menggunakan teori ABC (Antecedent-Behavior-Consequence). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kabupaten Jember pada bulan 31 Januari – 31 Mei 2025 dengan 7 orang informan utama (IU) dan 7 orang informan tambahan (IT). Proses penentuan informan dipilih melalui teknik purposive. Teknik pengambilan data yang digunakan berupa wawancara mendalam semi terstruktur dan dokumentasi. Triangulasi pada penelitian ini menggunakan triangulasi teknik (menggabungkan wawancara mendalam dan dokumentasi terhadap IU) dan triangulasisumber (wawancara mendalam kepada IU dan IT untuk memperoleh sudut pandang yang beragam). Teknik analisis data yang digunakan adalah thematic content analysis. Penelitian ini telah melakukan uji etik dengan No. 2910/UN25.8/KEPK/DL/2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antecedent perilaku kecanduan TikTok pada mahasiswi di Kabupaten Jember, yakni antecedent alami berupa usia (19 – 22 tahun) dan tingkat pendidikan (semester 2 – 8); dan antecedent terencana berupa keinginan pribadi individu (motivasi tertentu), algoritma TikTok (munculnya konten yang sesuai), kebutuhan sosial (ikut tren dan terhubung dengan orang lain), serta perasaan kesepian. Behavior kecanduan TikTok terbagi menjadi 6 aspek indikator. Terdapat empat indikator yang dialami oleh semua informan yakni salience (TikTok menjadi hal terpenting dalam kehidupan), mood modification (sarana pelarian emosional), tolerance (adanya peningkatan intensitas penggunaan TikTok), dan conflict (adanya gangguan pada hubungan dan aktivitas karena penggunaan TikTok), sedangkan dua indikator lainnya yakni withdrawal (munculnya rasa tidak nyaman akibat perubahan frekuensi penggunaan) dan relaps (intensitas menggunakan kembali yang tinggi) dialami oleh sebagian kecil dari informan. Consequence yang terkait indikator gangguan kesehatan mental terjadi pada semua informan yakni stres berupa adanya fluktuasi emosional dan perasaan gelisah akibat konten; overthinking berupa perasaan khawatir dan berpikir terlalu berlebihan terkait pendidikan, karir masa depan, hubungan cinta (asmara), dan persahabatan; FOMO (Fear of Missing Out) berupa perasaan takut tertinggal tren, informasi, dan pembelian produk; insecurity berupa rasa rendah diri akibat standar kecantikan TikTok dan pencapaian hidup orang lain; dan apatis seperti penundaan aktivitas, pengabaian kegiatan pembelajaran, dan berkurangnya interkasi sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku kecanduan TikTok pada mahasiswi di Kabupaten Jember dipicu oleh faktor antecedent alami seperti usia dan tingkat pendidikan, serta antecedent terencana yang mencakup keinginan pribadi, algoritma TikTok, kebutuhan sosial, dan perasaan kesepian. Perilaku kecanduan tercermin dalam enam indikator, dengan empat indikator dialami oleh seluruh informan. Kecanduan ini berdampak pada kesehatan mental mahasiswi, meliputi stres, overthinking, FOMO, insecurity, hingga apatis. Saran dalam penelitian ini bagi mahasiswi yakni diharapkan lebih meningkatkan kontrol diri (self control) terhadap waktu dan durasi penggunaan TikTok agar tidak mengganggu aktivitas akademik, sosial, maupun kesehatan mental.
dc.description.sponsorshipDPU: Erdi Istiaji,S.Psi.,M.,psi.,Psikolog. DPA: Taufan Asrisyah Ode,S.K.M.,M.Kes.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1489
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kesehatan Masyarakat
dc.subjectGangguan Kesehatan
dc.subjectLAW/JURISPRUDENCE::Other law::Environmental law
dc.titleGangguan Kesehatan Mental Mahasiswi Kecanduan TikTok di Kabupaten Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
SINTA ARFIANI - 212110101074.pdf
Size:
2.04 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: