Hubungan Keparahan Gejala berdasarkan SNOT-22 dengan Temuan Nasoendoskopi (Modified Lund-Kennedy Score) pada Pasien Rinosinusitis Kronis di RSU Kaliwates Jember

dc.contributor.authorAlam Nur Fauzi
dc.date.accessioned2026-03-25T06:14:02Z
dc.date.issued2025-07-14
dc.descriptionReaploud Repository 25 Maret_agus
dc.description.abstractRinosinusitis kronis (RSK) menjadi salah satu dari 10 besar penyakit THT di Indonesia walaupun belum ada angka pasti terkait prevalensinya. Rinosinusitis kronis didefinisikan sebagai peradangan pada rongga hidung dan sinus yang ditandai dengan minimal durasi 12 minggu dan memiliki minimal dua gejala, seperti hidung tersumbat/kongesti/obstruksi, nasal drip (anterior/posterior), hilang atau berkurangnya penciuman (anosmia/hiposmia), nyeri/rasa tekan pada wajah. Pada pedoman lain, gejala tersebut harus dibuktikan dengan bukti inflamasi pada rongga hidung yang didapatkan melalui CT-scan atau nasoendoskopi. Baik CT scan maupun nasoendoskopi masih belum tersebar merata di seluruh Indonesia terutama di Puskemas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat keparahan gejala rinosinusitis kronis dengan temuan nasoendoskopi. Kami menganalisis kemampuan The 22-item of Sinonasal Outcome Test (SNOT-22) sebagai instrument diagnosis berdasarkan hubungannya dengan temuan nasoeenoskopi (Modified Lund-Kennedy Endoscopic Score). Dengan mengetahui hubungan antara keparahan gejala rinosinusitis kronis dengan temuan nasoendoskopi, diharapkan dapat membantu institusi kesehatan dan masyarakat dalam melakukan diagnosis dan skrining RSK berdasarkan keparahan gejala. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2024-Mei 2025. Populasi penelitian ini adalah pasien dengan diagnosis rinosinusitis di Rumah Sakit Umum Kaliwates Jember. Sampel diambil dengan teknik consecutive sampling. Data yang digunakan terdiri atas data primer berupa penilaian keparahan gejala dengan kuesioner The 22-item of Sinonasal Outcome Test dan data sekunder berupa hasil nasoendoskopi yang dinilai dengan MLK dan didapat dari rekam medis. Data dianalisis dengan uji analisis univariat untuk mendapatkan data karakteristik responden. Uji analisis bivariat (Korelasi Spearman) juga digunakan untuk mendapatkan tingkat korelasi antara keparahan gejala dengan temuan nasoendoskopi.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : dr. Nindya Shinta R., M. Ked., Sp. THT-BKL. Dosen Pembimbing Anggota : dr. Novan Krisno Adji, Sp. BS.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5543
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kedokteran
dc.subjectKeparahan Gejala
dc.subjectSNOT-22
dc.subjectNasoendoskopi
dc.subjectModified Lund-Kennedy Score
dc.subjectRinosinusitis Kronis
dc.titleHubungan Keparahan Gejala berdasarkan SNOT-22 dengan Temuan Nasoendoskopi (Modified Lund-Kennedy Score) pada Pasien Rinosinusitis Kronis di RSU Kaliwates Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
ALAM NUR FAUZI - 202010101090.pdf
Size:
3.13 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: