Perbedaan Penggunaan Biguanida Dibandingkan Sulfonilurea Terhadap Waktu Konversi Sputum pada Pasien TB-DM di Kabupaten Jember

dc.contributor.authorAisah Raehandayani
dc.date.accessioned2026-05-25T08:12:14Z
dc.date.issued2025-11-18
dc.description:: Finalisasi Repositori File 25 Mei 2026_Kurnadi
dc.description.abstractTuberkulosis dengan komorbid diabetes melitus (TB-DM) hingga saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan di dunia. Hal ini disebabkan oleh penggunaan obat hipoglikemik oral (OHO) bersamaan dengan obat anti tuberkulosis (OAT) berpotensi menimbulkan adanya interaksi obat yang dapat mempengaruhi hasil terapi. Penelitian sebelumya membuktikan bahwa biguanida (metformin) mampu menurunkan risiko TB hingga 52% dan mampu mempercepat konversi sputum dalam dua bulan pertama pengobatan hingga 2,72 kali dengan membantu meningkatkan respon imun tubuh melalui aktivasi jalur AMPK. Sulfonilurea justru kadar dalam plasmanya dapat menurun akibat dimetabolisme oleh enzim CYP2C9 yang diinduksi rifampisin sehingga kemampuan sulfonilurea dalam mengontol kadar glukosa darah dapat terganggu. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain studi retrospective cohort. Sampel penelitian diambil dari data SITB dan rekam medis pasien TB-DM yang menjalani pengobatan di tujuh puskesmas di Kabupaten Jember yang menjadi lokasi penelitian selama periode Januari 2020 sampai Desember 2024 dan memenuhi kriteria inklusi maupun eksklusi yang telah ditetapkan. Analisis data menggunakan uji Chi-square, Fisher’s exact test, dan Spearman's rho untuk menilai pengaruh perbedaan kedua kelompok obat terhadap waktu konversi sputum. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara penggunaan biguanida dan sulfonilurea terhadap waktu konversi sputum (p>0,05). Sebagian besar pasien menggunakan jenis OHO berupa golongan sulfonilurea (65%), dibandingkan golongan biguanida (35%). Diketahui pada kedua kelompok sebagian besar telah mengalami konversi sputum negatif pada bulan ke-2 pengobatan (81,6%). Faktor usia, jenis kelamin, dan indeks massa tubuh tidak menunjukkan hubungan signifikan terhadap hasil konversi sputum. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan biguanida dan sulfonilurea tidak berpengaruh secara langsung terhadap waktu konversi sputum pada pasien TB-DM. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan model prospektif dan jumlah sampel yang lebih besar untuk mengonfirmasi hasil ini dan menilai penggunaan OHO pada pasien TB-DM di layanan kesehatan primer.
dc.description.sponsorshipDPU: dr. Desie Dwi Wisudanti, M.Biomed.,
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/7592
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kedokteran
dc.titlePerbedaan Penggunaan Biguanida Dibandingkan Sulfonilurea Terhadap Waktu Konversi Sputum pada Pasien TB-DM di Kabupaten Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
AISAH RAEHANDAYANI - 222010101032.pdf
Size:
2.26 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: