Perbedaan Penggunaan Biguanida Dibandingkan Sulfonilurea Terhadap Waktu Konversi Sputum pada Pasien TB-DM di Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Tuberkulosis dengan komorbid diabetes melitus (TB-DM) hingga saat ini
masih menjadi permasalahan kesehatan di dunia. Hal ini disebabkan oleh
penggunaan obat hipoglikemik oral (OHO) bersamaan dengan obat anti
tuberkulosis (OAT) berpotensi menimbulkan adanya interaksi obat yang dapat
mempengaruhi hasil terapi. Penelitian sebelumya membuktikan bahwa biguanida
(metformin) mampu menurunkan risiko TB hingga 52% dan mampu mempercepat
konversi sputum dalam dua bulan pertama pengobatan hingga 2,72 kali dengan
membantu meningkatkan respon imun tubuh melalui aktivasi jalur AMPK.
Sulfonilurea justru kadar dalam plasmanya dapat menurun akibat dimetabolisme
oleh enzim CYP2C9 yang diinduksi rifampisin sehingga kemampuan sulfonilurea
dalam mengontol kadar glukosa darah dapat terganggu.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain
studi retrospective cohort. Sampel penelitian diambil dari data SITB dan rekam
medis pasien TB-DM yang menjalani pengobatan di tujuh puskesmas di Kabupaten
Jember yang menjadi lokasi penelitian selama periode Januari 2020 sampai
Desember 2024 dan memenuhi kriteria inklusi maupun eksklusi yang telah
ditetapkan. Analisis data menggunakan uji Chi-square, Fisher’s exact test, dan
Spearman's rho untuk menilai pengaruh perbedaan kedua kelompok obat terhadap
waktu konversi sputum.
Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara
penggunaan biguanida dan sulfonilurea terhadap waktu konversi sputum (p>0,05).
Sebagian besar pasien menggunakan jenis OHO berupa golongan sulfonilurea
(65%), dibandingkan golongan biguanida (35%). Diketahui pada kedua kelompok
sebagian besar telah mengalami konversi sputum negatif pada bulan ke-2
pengobatan (81,6%). Faktor usia, jenis kelamin, dan indeks massa tubuh tidak
menunjukkan hubungan signifikan terhadap hasil konversi sputum.
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan
biguanida dan sulfonilurea tidak berpengaruh secara langsung terhadap waktu
konversi sputum pada pasien TB-DM. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan
model prospektif dan jumlah sampel yang lebih besar untuk mengonfirmasi hasil
ini dan menilai penggunaan OHO pada pasien TB-DM di layanan kesehatan primer.
Description
:: Finalisasi Repositori File 25 Mei 2026_Kurnadi
