Penerapan Prinsip Kerja Sama dalam Pertuturan Tokoh pada Novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur
| dc.contributor.author | Siska Tri Cahya Ningtiyas | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-10T07:10:45Z | |
| dc.date.issued | 2025-07-11 | |
| dc.description | Reupload file repositori 9 februari 2026_ratna/dea | |
| dc.description.abstract | Komunikasi yang tidak berlangsung mulus dapat menjadi persoalan dalam dinamika interaksi antarmanusia. Untuk menciptakan komunikasi yang efektif, Grice mengemukakan prinsip kerja sama yang mencakup maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Prinsip tersebut tidak hanya relevan dalam komunikasi sehari-hari, tetapi juga tercermin pada komunikasi dalam karya sastra, seperti novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Novel berlatar konflik yang kompleks ini menyajikan beragam pertuturan yang menunjukkan bentuk pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama sebagai strategi tokoh dalam menghadapi kesulitan, membangun hubungan, memengaruhi orang lain, menyampaikan kritik, dan menyelesaikan masalah dari konflik yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk pematuhan prinsip kerja sama dalam pertuturan tokoh pada novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur, (2) bentuk pelanggaran prinsip kerja sama dalam pertuturan tokoh pada novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur, dan (3) pemanfaatan hasil penelitian penerapan prinsip kerja sama dalam pertuturan tokoh pada novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur sebagai bahan diskusi perkuliahan pragmatik, khususnya pada topik prinsip kerja sama di perguruan tinggi. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian ini adalah segmen tutur yang menunjukkan indikasi penerapan prinsip kerja sama disertai konteks penggunaannya. Sumber utama data penelitian didapatkan dari novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Sementara itu, teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Untuk menganalisis, penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bentuk pematuhan prinsip kerja sama meliputi: pematuhan satu maksim, dua maksim, tiga maksim, dan empat maksim; (2) bentuk pelanggaran prinsip kerja sama meliputi: pelanggaran satu maksim, dua maksim, tiga maksim, dan empat maksim. Penerapan pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama tersebut memengaruhi tujuan dan hasil pertuturan antartokoh. Berkaitan dengan hal itu, dominasi bentuk pematuhan maksim prinsip kerja sama mencerminkan peserta percakapan atau tokoh yang menjaga komunikasi tetap efektif dan kooperatif, serta berusaha menyelesaikan masalah melalui percakapan yang konstruktif. Sementara itu, bentuk pelanggaran prinsip kerja sama dalam pertuturan tokoh memperlihatkan pelanggaran yang memicu konflik semakin besar, memunculkan perdebatan, ketidakpercayaan, manipulasi, dan sindiran, serta kepentingan pribadi, seperti melindungi identitas atau bentuk perlindungan diri; (3) Hasil penelitian penerapan prinsip kerja sama ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan diskusi perkuliahan pragmatik, khususnya topik prinsip kerja sama yang mendukung CPMK-1 melalui Lembar Kerja Mahasiswa (LKM), yaitu merealisasikan ilmu pragmatik untuk mendukung pemahaman konsep bahasa dan sastra dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa tidak hanya memahami prinsip kerja sama secara teoretis, tetapi juga dapat menerapkannya dalam diskusi yang menantang daya pikir kritis dan kolaboratif. Saran yang dapat diberikan, di antaranya pembaca perlu lebih memperhatikan nuansa percakapan yang efektif dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam kaitannya dengan pematuhan dan pelangaran prinsip kerja sama agar tercipta komunikasi yang kooperatif. Penelitian selanjutnya dapat memfokuskan kajian pada bentuk pelanggaran prinsip kerja sama dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing tokoh sebagai peserta percakapan. Selain itu, analisis serupa dapat diterapkan pada media sosial untuk memperoleh hasil yang lebih aplikatif dan sesuai dengan perkembangan komunikasi digital. Penelitian mengenai pragmatik dalam karya sastra juga perlu terus dikembangkan guna memperkaya referensi akademik dalam kajian linguistik dan pembelajaran bahasa | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Arief Rijadi, M.Si., M.Pd DPA: Bambang Edi Pornomo, S.Pd., M.Pd. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2632 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Prinsip Kerja Sama | |
| dc.subject | Pertuturan Tokoh | |
| dc.subject | Novel Tanah Surga Merah | |
| dc.title | Penerapan Prinsip Kerja Sama dalam Pertuturan Tokoh pada Novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur | |
| dc.type | Other |
