Penerapan Prinsip Kerja Sama dalam Pertuturan Tokoh pada Novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Komunikasi yang tidak berlangsung mulus dapat menjadi persoalan
dalam dinamika interaksi antarmanusia. Untuk menciptakan komunikasi yang
efektif, Grice mengemukakan prinsip kerja sama yang mencakup maksim
kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Prinsip tersebut tidak hanya relevan dalam
komunikasi sehari-hari, tetapi juga tercermin pada komunikasi dalam karya sastra,
seperti novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Novel berlatar konflik yang
kompleks ini menyajikan beragam pertuturan yang menunjukkan bentuk
pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama sebagai strategi tokoh dalam
menghadapi kesulitan, membangun hubungan, memengaruhi orang lain,
menyampaikan kritik, dan menyelesaikan masalah dari konflik yang terjadi.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk pematuhan
prinsip kerja sama dalam pertuturan tokoh pada novel Tanah Surga Merah karya
Arafat Nur, (2) bentuk pelanggaran prinsip kerja sama dalam pertuturan tokoh
pada novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur, dan (3) pemanfaatan hasil
penelitian penerapan prinsip kerja sama dalam pertuturan tokoh pada novel Tanah
Surga Merah karya Arafat Nur sebagai bahan diskusi perkuliahan pragmatik,
khususnya pada topik prinsip kerja sama di perguruan tinggi.
Rancangan penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan
jenis penelitian deskriptif. Data penelitian ini adalah segmen tutur yang
menunjukkan indikasi penerapan prinsip kerja sama disertai konteks
penggunaannya. Sumber utama data penelitian didapatkan dari novel Tanah Surga
Merah karya Arafat Nur. Sementara itu, teknik pengumpulan data menggunakan
teknik dokumentasi. Untuk menganalisis, penelitian ini menggunakan teknik
analisis data kualitatif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman, meliputi
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa (1) bentuk pematuhan prinsip kerja
sama meliputi: pematuhan satu maksim, dua maksim, tiga maksim, dan empat
maksim; (2) bentuk pelanggaran prinsip kerja sama meliputi: pelanggaran satu
maksim, dua maksim, tiga maksim, dan empat maksim. Penerapan pematuhan dan
pelanggaran prinsip kerja sama tersebut memengaruhi tujuan dan hasil pertuturan
antartokoh. Berkaitan dengan hal itu, dominasi bentuk pematuhan maksim prinsip
kerja sama mencerminkan peserta percakapan atau tokoh yang menjaga
komunikasi tetap efektif dan kooperatif, serta berusaha menyelesaikan masalah
melalui percakapan yang konstruktif. Sementara itu, bentuk pelanggaran prinsip
kerja sama dalam pertuturan tokoh memperlihatkan pelanggaran yang memicu
konflik semakin besar, memunculkan perdebatan, ketidakpercayaan, manipulasi,
dan sindiran, serta kepentingan pribadi, seperti melindungi identitas atau bentuk
perlindungan diri; (3) Hasil penelitian penerapan prinsip kerja sama ini dapat
dimanfaatkan sebagai bahan diskusi perkuliahan pragmatik, khususnya topik
prinsip kerja sama yang mendukung CPMK-1 melalui Lembar Kerja Mahasiswa
(LKM), yaitu merealisasikan ilmu pragmatik untuk mendukung pemahaman
konsep bahasa dan sastra dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa tidak hanya
memahami prinsip kerja sama secara teoretis, tetapi juga dapat menerapkannya
dalam diskusi yang menantang daya pikir kritis dan kolaboratif.
Saran yang dapat diberikan, di antaranya pembaca perlu lebih
memperhatikan nuansa percakapan yang efektif dalam kehidupan sehari-hari,
terutama dalam kaitannya dengan pematuhan dan pelangaran prinsip kerja sama
agar tercipta komunikasi yang kooperatif. Penelitian selanjutnya dapat
memfokuskan kajian pada bentuk pelanggaran prinsip kerja sama dengan
mempertimbangkan karakteristik masing-masing tokoh sebagai peserta
percakapan. Selain itu, analisis serupa dapat diterapkan pada media sosial untuk
memperoleh hasil yang lebih aplikatif dan sesuai dengan perkembangan
komunikasi digital. Penelitian mengenai pragmatik dalam karya sastra juga perlu
terus dikembangkan guna memperkaya referensi akademik dalam kajian linguistik
dan pembelajaran bahasa
Description
Reupload file repositori 9 februari 2026_ratna/dea
