Implementasi Teknik Relaksasi Napas Dalam dan Dukungan Spiritual pada Pasien Skizofrenia dengan Risiko Perilaku Kekerasan di Pondok Waras Healing Center Lumajang

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Risiko perilaku kekerasan merupakan masalah keperawatan jiwa yang sering ditemukan pada pasien skizofrenia dan ditandai dengan ketidakmampuan mengontrol emosi, marah, perilaku agresif, serta kecenderungan merusak lingkungan. Kondisi ini dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain apabila tidak ditangani secara tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan intervensi relaksasi napas dalam dan dukungan spiritual dalam menurunkan risiko perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia. Metode yang digunakan adalah desain studi kasus pada satu pasien dengan diagnosis medis skizofrenia di Pondok Waras Healing Center Lumajang. Intervensi dilakukan selama enam hari berturut-turut, selama 5 – 10 menit pada bulan April 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan status mental, dan penilaian menggunakan instrumen RUFA. (Respon Umum Fungsi Adaptif ) Implementasi meliputi edukasi, latihan relaksasi napas dalam, dzikir, komunikasi asertif, serta aktivitas terjadwal. Hasil menunjukkan penurunan risiko perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia setelah diberikan relaksasi napas dalam dan dukungan spiritual selama enam hari. Hal ini ditandai dengan berkurangnya intensitas marah, tidak adanya perilaku agresif, meningkatnya kontrol emosi, serta penurunan skor RUFA dari 19 kategori tinggi menjadi 6 kategori rendah. Intervensi ini efektif sebagai pendekatan nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan mudah diterapkan. Dari hasil studi kasus ini, diharapkan perawat dapat Penerapan relaksasi napas dalam dan dukungan spiritual selama enam hari terbukti membantu menurunkan risiko perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia. Hal ini ditunjukkan dengan penurunan skor RUFA dari 19 kategori tinggi menjadi 6 kategori rendah, berkurangnya intensitas marah, tidak munculnya perilaku agresif, serta meningkatnya kemampuan pasien dalam mengontrol emosi. Intervensi ini dapat digunakan sebagai pendekatan nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan mudah diterapkan dalam asuhan keperawatan jiwa untuk membantu pasien mengendalikan perilaku kekerasan secara mandiri.

Description

Finalisasi Maya_09 Juli 2026

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By