Aktivitas Antioksidan Seduhan Bubuk dan Reguler Cascara Kopi Robusta (Coffea canephora) terhadap Radikal Bebas DPPH
| dc.contributor.author | Deviana Yuni Pratiwi | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-23T03:23:36Z | |
| dc.date.issued | 2025-07-07 | |
| dc.description | Reuploud file repositori 12 Mei 2026_Firli Approved by Teddy | |
| dc.description.abstract | Stres oksidatif terjadi akibat ketidakseimbangan antara jumlah radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh, yang dapat memicu berbagai penyakit seperti inflamasi, penyakit degeneratif, kanker, serta gangguan pada jaringan gigi dan mulut. Antioksidan tambahan dari luar tubuh (eksogen) diperlukan ketika antioksidan alami tubuh (endogen) tidak mampu mengatasi radikal bebas berlebih. Sumber antioksidan alami seperti flavonoid dan polifenol dari tumbuhan lebih disarankan dibandingkan antioksidan sintetis yang berisiko karsinogenik. Kulit buah kopi (cascara) yang selama ini menjadi limbah produksi kopi berpotensi menjadi sumber antioksidan alami karena kandungan senyawa aktifnya. Terdapat dugaan bahwa pengecilan ukuran cascara menyebabkan ekstraksi senyawa aktif menjadi lebih optimal dan meningkatkan aktivitas antioksidannya. Penelitian ini akan membandingkan aktivitas antioksidan seduhan cascara bubuk dan cascara reguler. Sampel penelitian adalah cascara robusta reguler dan cascara bubuk (cascara reguler yang dihaluskan/grinding, lalu diayak dengan ukuran 80 mesh). Seduhan cascara dibuat dengan menimbang 2 gram cascara, kemudian diseduh menggunakan total 45 mL aquades mendidih. Proses seduhan dilakukan dalam dua tahap menggunakan alat stirrer dengan kecepatan 500 rpm selama masing-masing 1 menit. Filtrat dari masing-masing penyeduhan disaring menggunakan Whatman No. 40, lalu digabungkan hingga mencapai volume akhir 25 mL. Hasil filtrat gabungan digunakan sebagai sampel seduhan untuk analisis lebih lanjut. Metode yang digunakan untuk melihat aktivitas antioksidan adalah uji DPPH (1,1-Difenil2-Pikrilhidrazil). Data persen penghambat akan dibaca menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 517 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seduhan cascara kopi robusta memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai persen penghambat paling tinggi ditunjukkan pada seduhan cascara bubuk, yaitu sebesar 66,38%. Nilai persen penghambat yang tinggi disebabkan karena ukuran partikelnya yang lebih kecil dibanding sampel lain, seduhan cascara reguler. Hal ini karena semakin kecil ukuran partikel, maka semakin besar luas permukaan kontaknya dengan pelarut sehingga senyawa aktif yang bersifat antioksidan seperti flavonoid dan polifenol akan lebih mudah diekstraksi sehingga aktivitas antioksidannya lebih tinggi. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa seduhan cascara kopi robusta dalam bentuk bubuk dan reguler sama-sama memiliki aktivitas antioksidan, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan di antara keduanya dengan seduhan cascara bubuk menunjukkan nilai persen penghambat terhadap radikal bebas DPPH yang lebih tinggi. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : drg. Happy Harmono, M.Kes. Dosen Pembimbing Anggota : Dr. drg. I Dewa Ayu Susilawati, M. Kes. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/9811 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kedokteran Gigi | |
| dc.subject | Antioksidan | |
| dc.subject | Kopi Robusta | |
| dc.subject | Radikal Bebas | |
| dc.subject | Stress Oksidatif | |
| dc.title | Aktivitas Antioksidan Seduhan Bubuk dan Reguler Cascara Kopi Robusta (Coffea canephora) terhadap Radikal Bebas DPPH | |
| dc.type | Other |
