Aktivitas Antioksidan Seduhan Bubuk dan Reguler Cascara Kopi Robusta (Coffea canephora) terhadap Radikal Bebas DPPH
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran Gigi
Abstract
Stres oksidatif terjadi akibat ketidakseimbangan antara jumlah radikal bebas
dan antioksidan dalam tubuh, yang dapat memicu berbagai penyakit seperti
inflamasi, penyakit degeneratif, kanker, serta gangguan pada jaringan gigi dan
mulut. Antioksidan tambahan dari luar tubuh (eksogen) diperlukan ketika
antioksidan alami tubuh (endogen) tidak mampu mengatasi radikal bebas berlebih.
Sumber antioksidan alami seperti flavonoid dan polifenol dari tumbuhan lebih
disarankan dibandingkan antioksidan sintetis yang berisiko karsinogenik. Kulit
buah kopi (cascara) yang selama ini menjadi limbah produksi kopi berpotensi
menjadi sumber antioksidan alami karena kandungan senyawa aktifnya. Terdapat
dugaan bahwa pengecilan ukuran cascara menyebabkan ekstraksi senyawa aktif
menjadi lebih optimal dan meningkatkan aktivitas antioksidannya. Penelitian ini
akan membandingkan aktivitas antioksidan seduhan cascara bubuk dan cascara
reguler.
Sampel penelitian adalah cascara robusta reguler dan cascara bubuk
(cascara reguler yang dihaluskan/grinding, lalu diayak dengan ukuran 80 mesh).
Seduhan cascara dibuat dengan menimbang 2 gram cascara, kemudian diseduh
menggunakan total 45 mL aquades mendidih. Proses seduhan dilakukan dalam dua
tahap menggunakan alat stirrer dengan kecepatan 500 rpm selama masing-masing
1 menit. Filtrat dari masing-masing penyeduhan disaring menggunakan Whatman
No. 40, lalu digabungkan hingga mencapai volume akhir 25 mL. Hasil filtrat
gabungan digunakan sebagai sampel seduhan untuk analisis lebih lanjut. Metode
yang digunakan untuk melihat aktivitas antioksidan adalah uji DPPH (1,1-Difenil2-Pikrilhidrazil). Data persen penghambat akan dibaca menggunakan
spektrofotometer dengan panjang gelombang 517 nm.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seduhan cascara kopi robusta
memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai persen penghambat paling tinggi
ditunjukkan pada seduhan cascara bubuk, yaitu sebesar 66,38%. Nilai persen
penghambat yang tinggi disebabkan karena ukuran partikelnya yang lebih kecil
dibanding sampel lain, seduhan cascara reguler. Hal ini karena semakin kecil
ukuran partikel, maka semakin besar luas permukaan kontaknya dengan pelarut
sehingga senyawa aktif yang bersifat antioksidan seperti flavonoid dan polifenol
akan lebih mudah diekstraksi sehingga aktivitas antioksidannya lebih tinggi.
Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa
seduhan cascara kopi robusta dalam bentuk bubuk dan reguler sama-sama memiliki
aktivitas antioksidan, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan di antara
keduanya dengan seduhan cascara bubuk menunjukkan nilai persen penghambat
terhadap radikal bebas DPPH yang lebih tinggi.
Description
Reuploud file repositori 12 Mei 2026_Firli
Approved by Teddy
