Karakter Agronomi dan Fisikokimia Beras pada Tanaman Padi Aromatik Hasil Seleksi Populasi BC3F2 Persilangan Inpari 32 Dengan Merah Wangi
| dc.contributor.author | Muhammad Rassya Dhio Ananta | |
| dc.date.accessioned | 2026-03-30T01:35:46Z | |
| dc.date.issued | 2025-07-30 | |
| dc.description | Reupload Repository Maya 26 Maret 2026 | |
| dc.description.abstract | Padi merupakan salah satu serealia pokok yang dikonsumsi oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Upaya pemuliaan terus dilakukan untuk mengembangkan varietas unggul, termasuk varietas padi aromatik yang memiliki daya tarik pasar tinggi karena aroma khasnya. Aroma tersebut disebabkan oleh senyawa 2-acetyl-1-pyrroline (2AP), yang terbentuk akibat mutasi pada gen BADH2. Sebagian besar varietas padi aromatik lokal seperti Merah Wangi memiliki produktivitas rendah, waktu panen yang panjang, serta tinggi tanaman berkisar dari sedang hingga tinggi. Sebaliknya, Inpari 32 merupakan varietas unggul terbaru dengan masa tanam maksimal 112 hari dan potensi hasil mencapai 10,58 ton/ha; oleh karena itu, Inpari 32 dipilih sebagai tetua pemulih dalam penelitian ini. Untuk mempercepat dan mempermudah transfer gen aroma dari Merah Wangi ke Inpari 32, digunakan metode Marker Assisted Backcrossing (MABC). Proses ini memanfaatkan penanda molekular (MAS) untuk menyeleksi gen atau segmen kromosom yang mengandung alel aroma sebelum melakukan uji fenotipik, sehingga seleksi dapat berlangsung lebih dini dan akurat. Marka Bradbury diterapkan untuk mendeteksi mutasi pada gen BADH2, penentu sintesis 2AP pada padi aromatik. Dari populasi BC3F2, analisis genotip berdasarkan penanda molekular mengidentifikasi 14 individu homozigot termutasi (aromatik), 56 heterozigot, dan 28 homozigot non-mutasi. Evaluasi karakter agronomi pada generasi ini menunjukkan bahwa parameter tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah gabah per malai, bobot gabah per rumpun, kadar amilopektin dan kadar karbohidrat telah mulai menunjukkan kestabilan (homogenitas), mengindikasikan pemulihan sifat tetua pemulih. Sementara itu, sifat jumlah anakan total dan produktif, panjang malai, persentase gabah hampa, berat 1000 gabah, kadar amilosa, kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein dan kadar serta kasar masih mempertahankan variasi (heterogenitas), menandakan perlunya seleksi lanjutan. Fenotip aroma pandan juga teramati jelas pada galur tanaman BC3F2 terpilih yang membawa alel homozigot mutan BADH2, membuktikan keberhasilan transfer sifat aromatik dan diperlukannya keberlanjutan penelitian ini dalam pengembangan padi aromatik. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Wahyu Indra Duwi Fanata, S.P., M.Sc., Ph.D. DPA: Prof. Tri Agus Siswoyo, SP., M.Agr., Ph.D. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5834 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Pertanian | |
| dc.subject | Agronomi | |
| dc.subject | Fisikokimia | |
| dc.subject | Beras | |
| dc.subject | Populasi BC3F2 | |
| dc.subject | Persilangan | |
| dc.title | Karakter Agronomi dan Fisikokimia Beras pada Tanaman Padi Aromatik Hasil Seleksi Populasi BC3F2 Persilangan Inpari 32 Dengan Merah Wangi | |
| dc.type | Other |
