Karakter Agronomi dan Fisikokimia Beras pada Tanaman Padi Aromatik Hasil Seleksi Populasi BC3F2 Persilangan Inpari 32 Dengan Merah Wangi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Padi merupakan salah satu serealia pokok yang dikonsumsi oleh mayoritas
masyarakat Indonesia. Upaya pemuliaan terus dilakukan untuk mengembangkan
varietas unggul, termasuk varietas padi aromatik yang memiliki daya tarik pasar
tinggi karena aroma khasnya. Aroma tersebut disebabkan oleh senyawa
2-acetyl-1-pyrroline (2AP), yang terbentuk akibat mutasi pada gen BADH2.
Sebagian besar varietas padi aromatik lokal seperti Merah Wangi memiliki
produktivitas rendah, waktu panen yang panjang, serta tinggi tanaman berkisar dari
sedang hingga tinggi. Sebaliknya, Inpari 32 merupakan varietas unggul terbaru
dengan masa tanam maksimal 112 hari dan potensi hasil mencapai 10,58 ton/ha;
oleh karena itu, Inpari 32 dipilih sebagai tetua pemulih dalam penelitian ini. Untuk
mempercepat dan mempermudah transfer gen aroma dari Merah Wangi ke
Inpari 32, digunakan metode Marker Assisted Backcrossing (MABC). Proses ini
memanfaatkan penanda molekular (MAS) untuk menyeleksi gen atau segmen
kromosom yang mengandung alel aroma sebelum melakukan uji fenotipik,
sehingga seleksi dapat berlangsung lebih dini dan akurat. Marka Bradbury
diterapkan untuk mendeteksi mutasi pada gen BADH2, penentu sintesis 2AP pada
padi aromatik. Dari populasi BC3F2, analisis genotip berdasarkan penanda
molekular mengidentifikasi 14 individu homozigot termutasi (aromatik), 56
heterozigot, dan 28 homozigot non-mutasi. Evaluasi karakter agronomi pada
generasi ini menunjukkan bahwa parameter tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah
gabah per malai, bobot gabah per rumpun, kadar amilopektin dan kadar karbohidrat
telah mulai menunjukkan kestabilan (homogenitas), mengindikasikan pemulihan
sifat tetua pemulih. Sementara itu, sifat jumlah anakan total dan produktif, panjang
malai, persentase gabah hampa, berat 1000 gabah, kadar amilosa, kadar air, kadar
abu, kadar lemak, kadar protein dan kadar serta kasar masih mempertahankan
variasi (heterogenitas), menandakan perlunya seleksi lanjutan. Fenotip aroma
pandan juga teramati jelas pada galur tanaman BC3F2 terpilih yang membawa alel
homozigot mutan BADH2, membuktikan keberhasilan transfer sifat aromatik dan
diperlukannya keberlanjutan penelitian ini dalam pengembangan padi aromatik.
Description
Reupload Repository Maya 26 Maret 2026
