Perbandingan Kualitas Chicken Extract Powder (CEP) Melalui Spray Drying dengan Perbedaan Jenis Bagian Ayam dan Carrier Agent
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Chicken extract powder (CEP) merupakan salah satu bahan penyedap yang
semakin dibutuhkan oleh industri makanan dan restoran setelah MSG. Leher ayam
masih belum banyak dimanfaatkan dalam pengolahan makanan dan menjadi by
product. Padahal, bagian tersebut memiliki lemak yang berperan penting dalam
pembentukan aroma dan flavor. Sejauh ini, bagian daging ayam yang banyak
digunakan untuk pembuatan CEP yaitu dada ayam. Hal tersebut dikarenakan dada
ayam memiliki kandungan protein yang tinggi dan lemak yang rendah.
Salah satu metode pengeringan yang dapat dipilih yaitu spray drying. Kadar
lemak yang tinggi pada leher ayam membuat metode spray drying cocok untuk
diterapkan karena metode ini dapat menggabungkan zat aktif hidrofobik dan
hidrofilik. Pengeringan menggunakan spray dryer membutuhkan bahan carrier
agent untuk mencegah produk menempel pada dinding alat. Beberapa carrier agent
yang digunakan yaitu maltodekstrin, sodium kaseinat, kombinasi antara
maltodekstrin dan sodium kaseinat, dan polyvinyl pyrrolidone K30. Masing-masing
carrier agent tersebut memberikan pengaruh yang berbeda-beda pada kualitas CEP.
Penelitian ini menggunakan metode RAK (Rancangan Acak Kelompok)
dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu jenis bahan baku bagian ayam
yang terdiri dari dada ayam (A1) dan leher ayam (A2). Faktor kedua yaitu jenis
carrier agent yang terdiri dari PVP K30 (B1), maltodekstrin (B2), sodium kaseinat
(B3), dan kombinasi antara maltodekstrin dengan sodium kaseinat (B4). Produk
CEP ditentukan kualitasnya berdasarkan parameter efisiensi pengeringan, kadar air,
kadar lemak, kadar protein, morfologi partikel, perlakuan terbaik, dan profil asam
amino pada sampel terbaik. Analisis statistika dilakukan menggunakan two way
ANOVA dan jika didapatkan perbedaan yang signifikan akan dilanjutkan pengujian
metode Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) (p<0,05).
Analisis yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa penggunaan dada dan
leher ayam sebagai bahan CEP serta PVP K30, maltodekstrin, sodium kaseinat, dan
kombinasi maltodekstrin dengan sodium kaseinat sebagai carrier agent
berpengaruh nyata terhadap efisiensi pengeringan, kadar air, kadar lemak, kadar
protein, dan morfologi partikel CEP. Berdasarkan uji efektivitas, sampel berbahan
leher ayam dengan tambahan carrier agent kombinasi antara maltodekstrin dan sodium kaseinat (1:1) merupakan sampel dengan perlakuan terbaik dengan tingkat
efisiensi pengeringan 39,54%, kadar protein 40,84%, kadar air 2,33%, dan kadar
lemak 18,96%. Hasil tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan dua carrier
agent yang dikombinasikan, tetapi juga leher ayam yang menghasilkan efisiensi
pengeringan, kadar air, dan kadar lemak yang lebih baik. Asam amino yang diuji
sebanyak 17 jenis juga menunjukkan kadar yang cukup tinggi, terutama pada asam
glutamat dan asam aspartat. Dua jenis asam amino umami tersebut membuktikan
bahwa CEP berbahan leher ayam dengan carrier agent kombinasi maltodekstrin
dan sodium kaseinat dapat dimanfaatkan sebagai bumbu penyedap serta
membuktikan bahwa leher ayam yang sering menjadi by product dan kombinasi
carrier agent dapat menjadi solusi dan diversifikasi.
Description
Reupload File Repositori 3 Februari 2026_Rudy K/Lia
