Kandungan Total Fenolik, Flavonoid, dan Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak serta Minyak Atsiri Nampu Hijau dan Nampu Merah
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Abstract
Kandungan Total Fenolik, Flavonoid, dan Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak
serta Minyak Atsiri Nampu Hijau dan Nampu Merah; Amelia Wahyu Ningsih;
221810301007; 40 Halaman; Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas Jember
Nampu adalah tumbuhan dari famili Araceae yang banyak dimanfaatkan
sebagai obat tradisional. Pemanfaatan ini dikaitkan oleh adanya metabolit sekunder
yang berkemampuan sebagai bioaktivitas seperti antioksidan. Ekstrak dan minyak
atsiri nampu mengandung metabolit sekunder yang memiliki andil besar dalam
menetralkan radikal bebas yang dapat memicu adanya penyakit degeneratif.
Kelompok fenolik dan flavonoid memiliki cincin benzena dan gugus hidroksil
sehingga memiliki kapasitas sebagai antioksidan. Hidrogen pada gugus hidroksil
akan didonorkan kepada DPPH sehingga menjadi radikal yang stabil karena adanya
resonansi pada cincin benzena sehingga radikal tidak menjadi reaktif.
Senyawa metabolit sekunder pada ekstrak nampu dianalisis secara kualitatif
menggunakan skrining fitokimia. Metabolit sekunder pada ekstrak dan minyak
atsiri nampu juga dianalisis secara kuantitatif menggunakan metode kolorimetri.
Kandungan fenolik secara keseluruhan diukur dengan menerapkan metode Folin
Ciocalteu, menggunakan asam galat sebagai acuan, sementara kandungan
flavonoid total diuji melalui metode AlCl3 dengan kuersetin sebagai standar.
Informasi yang diperoleh dari kedua teknik tersebut berguna untuk mengeksplorasi
sifat antioksidan, baik melalui DPPH maupun FRAP. Analisis hubungan antara total
fenolik serta flavonoid dengan aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan
korelasi Pearson.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak nampu merah memiliki
kandungan total fenolik yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak nampu hijau,
Kandungan total flavonoid menghasilkan data yang berlawanan dimana ekstrak
nampu hijau lebih tinggi dibandingkan nampu merah. Pada minyak atsiri
kandungan total fenolik dan flavonoid nampu merah lebih tinggi dibandingkan
nampu hijau. Adanya kandungan total fenolik pada ekstrak dan minyak atsiri nampu
merah yang tinggi, mendukung adanya aktivitas antioksidan yang lebih baik jika
dibandingkan dengan ekstrak dan minyak atsiri nampu hijau.
Korelasi nilai IC50 dengan kandungan total fenolik dan flavonoid
mempunyai korelasi negatif, sedangkan korelasi nilai FRAP dengan kandungan
total fenolik dan flavonoid memiliki korelasi yang positif. Korelasi negatif
menunjukkan hubungan berbanding terbalik yaitu semakin tinggi nilai IC50 maka
kandungan total fenolik dan flavonoidnya semakin rendah. Korelasi positif
memperlihatkan hubungan yang searah maknanya saat nilai FRAP meningkat maka
kadar total fenolik dan flavonoid pun kian bertambah.
Description
Finalisasi Repository/HASYIM Agustus 2026
