Karakteristik Anatomi Daun Famili Apocynaceae di Kabupaten Jember dan Pemanfaatannya sebagai Booklet
| dc.contributor.author | Andini Nursholikah | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-12T01:43:49Z | |
| dc.date.issued | 2025-05-02 | |
| dc.description | Entry oleh Arif 2026 Februari 12 | |
| dc.description.abstract | Apocynaceae atau suku kamboja-kambojaan merupakan tumbuhan dari keluarga Angiospermae yang juga dikenal sebagai tumbuhan berbunga. Tumbuhan dalam famili ini tersebar luas di berbagai wilayah tropis dan subtropis, serta beberapa spesies ditemukan di daerah beriklim sedang. Salah satunya di Kabupaten Jember yang mempunyai iklim tropis sehingga tumbuhan Apocynaceae sangat banyak dijumpai di wilayah ini. Karakteristik anatomi daun yang diidentifikasi dilakukan pada sampel tumbuhan famili Apocynaceae yang telah ditemukan di wilayah Kabupaten Jember. Jumlah spesies yang ditemukan di area penelitian yaitu sebanyak 13 sampel tumbuhan. Hasil penelitian dari sampel yang telah terindentifikasi terdiri dari tumbuhan bunga kamboja jepang (Adenium obesum), bunga terompet emas (Allamanda cathartica), pulai (Alstonia scholaris), tapak dara (Catharantus roseus), bintaro (Cerbera odollam), bunga mentega (Nerium oleander), kamboja kuning (Plumeria alba), kamboja cempaka (Plumeria obtusa), kamboja pengantin (Plumeria pudica), kamboja merah (Plumeria rubra), mondokaki (Tabernaemontana corymbosa), rombusa (Tabernaemontana divaricata), dan ginje (Thevetia peruviana). Berdasarkan hasil identifikasi karakteristik anatomi daun famili Apocynaceae yang telah ditemukan di Kabupaten Jember yakni meliputi karakteristik anatomi stomata, dimana diketahui terdapat 3 tipe stomata yang berbeda dari 13 spesies daun famili Apocynaceae yang diamati. Tipe stomata yang mendominasi yaitu tipe anomositik, ditemukan pada daun tanaman kamboja Jepang, bintaro, kamboja kuning, mondokaki, rombusa, dan ginje. Sementara, pada daun tanaman bunga terompet emas, kamboja cempaka, kamboja pengantin, dan kamboja merah diketahui memiliki tipe stomata parasitik, sedangkan pada daun pulai, tapak dara, bunga jepun/mentega memiliki tipe stomata anisositik. Selanjutnya, untuk hasil identifikasi karakteristik anatomi trikoma diketahui bahwa hanya terdapat tipe trikoma non-glandular pada keseluruhan daun familiApocynaceae yang ditemukan. Namun, trikoma ini memiliki bentuk yang bervariasi dimana terdapat trikoma berbentuk rambut sederhana ditemukan pada daun tanaman kamboja Jepang, bunga terompet emas, dan pulai. Trikoma berbentuk rambut sederhana seperti jarum ditemukan pada daun tanaman tapak dara, bintaro, bunga jepun/mentega, kamboja cempaka, mondokaki, rombusa, dan ginje. Trikoma bentuk sisik ditemukan pada daun tanaman kamboja kuning dan kamboja merah. Terakhir, trikoma bentuk bintang ditemukan pada daun tanaman kamboja pengantin. Kemudian, untuk hasil identifikasi karakteristik anatomi epidermis menunjukkan bahwa bentuk sel epidermis didominasi oleh bentuk sel yang poligonal (segi banyak) meliputi heksagonal dan pentagonal yakni pada daun tanaman kamboja Jepang, bunga jepun/mentega, kamboja kuning, kamboja pengantin, mondokaki, dan rombusa. Selain itu, pada daun tanaman bunga terompet emas dan pulai diketahui memiliki bentuk sel epidermis yang lonjong dan bersegi. Ada juga daun tapak dara, kamboja cempaka, dan ginje diketahui memili ki bentuk sel epidermis tak beraturan. Namun, berbeda sendiri pada daun tanaman bintaro yang diketahui memiliki bentuk sel epidermis yaitu platelet/pipih. Berikutnya , untuk hasil identifikasi karakteristik anatomi kristal Ca-oksalat diketahui bahwa terdapat 2 tipe yang ditemukan yaitu kristal Ca-oksalat tipe tunggal dan majemuk. Sementara bentuk kristal Ca-oksalat yang ditemukan terdapat 4 bentuk yang berbeda yaitu bentuk jarum (rafida), pasir, prisma, dan druss. Namun, kristal Caoksalat yang ditemukan kebanyakan berbentuk pasir pada beberapa spesies yakni pada daun tanaman bunga terompet emas, tapak dara, bintaro, kamboja kuning, kamboja merah, kamboja pengantin, kamboja cempaka, mondokaki, dan rombusa. Kemudian, 2 diantaranya masing-masing berbentuk prisma dan druss, dimana daun tanaman pulai dan kamboja cempaka memiliki bentuk prisma serta pada daun bunga mentega dan ginje memiliki bentuk druss. Berbeda dengan kristal Ca-oksalat bentuk jarum (rafida) yang hanya ditemukan di daun tanaman kamboja Jepang. Terakhir, karakteristik anatomi latisifer yang menunjukkan hasil keseluruhan struktur latisifernya yakni tidak berartikulasi/tidak beruas. Hasil validasi produk booklet mendapatkan rata-rata nilai 82% dengan kriteria sangat layak. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Dr. Sulifah Aprilya H., S.Pd., M.Pd. DPA : Kuswati, S.Pd., M.Si. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3065 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Karakteristik Anatomi | |
| dc.subject | Daun Famili Apocynaceae | |
| dc.subject | Booklet | |
| dc.title | Karakteristik Anatomi Daun Famili Apocynaceae di Kabupaten Jember dan Pemanfaatannya sebagai Booklet | |
| dc.type | Other |
