Karakteristik Anatomi Daun Famili Apocynaceae di Kabupaten Jember dan Pemanfaatannya sebagai Booklet
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Apocynaceae atau suku kamboja-kambojaan merupakan tumbuhan dari
keluarga Angiospermae yang juga dikenal sebagai tumbuhan berbunga. Tumbuhan
dalam famili ini tersebar luas di berbagai wilayah tropis dan subtropis, serta
beberapa spesies ditemukan di daerah beriklim sedang. Salah satunya di Kabupaten
Jember yang mempunyai iklim tropis sehingga tumbuhan Apocynaceae sangat
banyak dijumpai di wilayah ini. Karakteristik anatomi daun yang diidentifikasi
dilakukan pada sampel tumbuhan famili Apocynaceae yang telah ditemukan di
wilayah Kabupaten Jember. Jumlah spesies yang ditemukan di area penelitian yaitu
sebanyak 13 sampel tumbuhan. Hasil penelitian dari sampel yang telah
terindentifikasi terdiri dari tumbuhan bunga kamboja jepang (Adenium obesum),
bunga terompet emas (Allamanda cathartica), pulai (Alstonia scholaris), tapak dara
(Catharantus roseus), bintaro (Cerbera odollam), bunga mentega (Nerium
oleander), kamboja kuning (Plumeria alba), kamboja cempaka (Plumeria obtusa),
kamboja pengantin (Plumeria pudica), kamboja merah (Plumeria rubra),
mondokaki (Tabernaemontana corymbosa), rombusa (Tabernaemontana
divaricata), dan ginje (Thevetia peruviana).
Berdasarkan hasil identifikasi karakteristik anatomi daun famili
Apocynaceae yang telah ditemukan di Kabupaten Jember yakni meliputi
karakteristik anatomi stomata, dimana diketahui terdapat 3 tipe stomata yang
berbeda dari 13 spesies daun famili Apocynaceae yang diamati. Tipe stomata yang
mendominasi yaitu tipe anomositik, ditemukan pada daun tanaman kamboja
Jepang, bintaro, kamboja kuning, mondokaki, rombusa, dan ginje. Sementara, pada
daun tanaman bunga terompet emas, kamboja cempaka, kamboja pengantin, dan
kamboja merah diketahui memiliki tipe stomata parasitik, sedangkan pada daun
pulai, tapak dara, bunga jepun/mentega memiliki tipe stomata anisositik.
Selanjutnya, untuk hasil identifikasi karakteristik anatomi trikoma diketahui bahwa
hanya terdapat tipe trikoma non-glandular pada keseluruhan daun familiApocynaceae yang ditemukan. Namun, trikoma ini memiliki bentuk yang bervariasi
dimana terdapat trikoma berbentuk rambut sederhana ditemukan pada daun
tanaman kamboja Jepang, bunga terompet emas, dan pulai. Trikoma berbentuk
rambut sederhana seperti jarum ditemukan pada daun tanaman tapak dara, bintaro,
bunga jepun/mentega, kamboja cempaka, mondokaki, rombusa, dan ginje. Trikoma
bentuk sisik ditemukan pada daun tanaman kamboja kuning dan kamboja merah.
Terakhir, trikoma bentuk bintang ditemukan pada daun tanaman kamboja
pengantin.
Kemudian, untuk hasil identifikasi karakteristik anatomi epidermis
menunjukkan bahwa bentuk sel epidermis didominasi oleh bentuk sel yang
poligonal (segi banyak) meliputi heksagonal dan pentagonal yakni pada daun
tanaman kamboja Jepang, bunga jepun/mentega, kamboja kuning, kamboja
pengantin, mondokaki, dan rombusa. Selain itu, pada daun tanaman bunga terompet
emas dan pulai diketahui memiliki bentuk sel epidermis yang lonjong dan bersegi.
Ada juga daun tapak dara, kamboja cempaka, dan ginje diketahui memili ki bentuk
sel epidermis tak beraturan. Namun, berbeda sendiri pada daun tanaman bintaro
yang diketahui memiliki bentuk sel epidermis yaitu platelet/pipih. Berikutnya ,
untuk hasil identifikasi karakteristik anatomi kristal Ca-oksalat diketahui bahwa
terdapat 2 tipe yang ditemukan yaitu kristal Ca-oksalat tipe tunggal dan majemuk.
Sementara bentuk kristal Ca-oksalat yang ditemukan terdapat 4 bentuk yang
berbeda yaitu bentuk jarum (rafida), pasir, prisma, dan druss. Namun, kristal Caoksalat
yang ditemukan kebanyakan berbentuk pasir pada beberapa spesies yakni
pada daun tanaman bunga terompet emas, tapak dara, bintaro, kamboja kuning,
kamboja merah, kamboja pengantin, kamboja cempaka, mondokaki, dan rombusa.
Kemudian, 2 diantaranya masing-masing berbentuk prisma dan druss, dimana daun
tanaman pulai dan kamboja cempaka memiliki bentuk prisma serta pada daun
bunga mentega dan ginje memiliki bentuk druss. Berbeda dengan kristal Ca-oksalat
bentuk jarum (rafida) yang hanya ditemukan di daun tanaman kamboja Jepang.
Terakhir, karakteristik anatomi latisifer yang menunjukkan hasil keseluruhan
struktur latisifernya yakni tidak berartikulasi/tidak beruas. Hasil validasi produk
booklet mendapatkan rata-rata nilai 82% dengan kriteria sangat layak.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 12
