Pengaruh Ekstrak Kulit Bawang Merah terhadap Berat Organ dan Jumlah Sel Piknotik Miokard Tikus pada Uji Toksisitas Subkronis

dc.contributor.authorPradipta Pawitradyaka Wardhono
dc.date.accessioned2026-07-28T01:08:52Z
dc.date.issued2026-07-09
dc.descriptionValidasi file repositori 27 Juli 2026_Firli
dc.description.abstractKulit bawang merah (Allium cepa L.) mengandung berbagai senyawa bioaktif, terutama kuersetin, yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan. Namun, pada dosis tinggi atau paparan berkepanjangan, kuersetin berpotensi menunjukkan efek prooksidan yang dapat menyebabkan kerusakan sel. Seiring meningkatnya pemanfaatan ekstrak kulit bawang merah dan produk yang mengandung kuersetin, perlu dilakukan evaluasi terhadap potensi efeknya pada jaringan jantung. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek subkronis ekstrak kulit bawang merah terhadap berat jantung dan histopatologi miokardium pada tikus Wistar. Penelitian eksperimental murni yang dilakukan menggunakan 24 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi empat kelompok. Ekstrak terlebih dahulu distandarisasi menggunakan HPLC dan diketahui mengandung kuersetin sebesar 13% (130 mg/g ekstrak). Kelompok perlakuan diberi ekstrak kulit bawang merah secara oral selama 28 hari dengan dosis 731, 1462, dan 2924 mg/kgBB, sedangkan kelompok kontrol menerima DMSO saja. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran berat jantung absolut dan relatif serta pemeriksaan histopatologi miokardium menggunakan pewarnaan Hematoksilin-Eosin untuk menghitung jumlah sel piknotik Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kulit bawang merah tidak memengaruhi berat jantung absolut maupun relatif (p>0,05). Namun, terdapat peningkatan jumlah sel piknotik miokardium yang signifikan (p<0,05). Kelompok dosis 1462 mg/kgBB dan 2924 mg/kgBB memiliki jumlah sel piknotik yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, sedangkan dosis 731 mg/kgBB tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Temuan ini menunjukkan adanya perubahan histopatologis yang bergantung pada dosis tanpa disertai perubahan makroskopis pada berat jantung. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak kulit bawang merah secara subkronis tidak memengaruhi berat jantung, tetapi dapat menyebabkan perubahan histopatologis miokardium berupa peningkatan jumlah sel piknotik pada dosis yang lebih tinggi. Kondisi ini mengindikasikan adanya potensi cedera seluler awal pada jaringan jantung akibat paparan ekstrak yang kaya kuersetin meskipun belum terjadi perubahan berat organ.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama: Dr. dr. Dina Helianti, M. Kes
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/12151
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kedokteran
dc.subjectKulit Bawang Merah
dc.subjectBerat Organ
dc.subjectSel Piknotik Miokard
dc.subjectToksisitas Subkronis
dc.subjectJantung
dc.titlePengaruh Ekstrak Kulit Bawang Merah terhadap Berat Organ dan Jumlah Sel Piknotik Miokard Tikus pada Uji Toksisitas Subkronis
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Pengaruh Ekstrak Kulit Bawang Merah terhadap Berat Organ dan Jumlah Sel Piknotik Miokard Tikus pada Uji Toksisitas Subkronis.pdf
Size:
1.91 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: