Hubungan Nomophobia dengan Prokrastinasi Akademik Remaja Awal di SMPN 12 Jember

dc.contributor.authorAlvina Hana Windari
dc.date.accessioned2026-06-15T03:48:14Z
dc.date.issued2025-12-28
dc.descriptionValidasi repository 15 Juni 2026_Bunga/Firly
dc.description.abstractRemaja awal merupakan fase perkembangan yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, psikologis, sosial, serta meningkatnya tuntutan akademik. Pada tahap ini, siswa Sekolah Menengah Pertama mulai menghadapi tugas akademik yang lebih kompleks dan dipengaruhi oleh lingkungan, terutama teman sebaya. Namun, pada tahap ini masih banyak siswa yang menunjukkan perilaku prokrastinasi akademik, yaitu kecenderungan menunda penyelesaian tugas. Perilaku ini berdampak pada penurunan produktivitas dan pencapaian akademik siswa. Seiring dengan perkembangan teknologi, smartphone menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan remaja, baik sebagai sarana komunikasi, pembelajaran, maupun hiburan. Penggunaan smartphone yang semakin meningkat pada remaja memberikan kemudahan, namun juga berpotensi menimbulkan dampak negatif seperti nomophobia. Kondisi ini berpotensi mengganggu konsentrasi, manajemen waktu dan tanggung jawab akademik, sehingga memperkuat kecenderungan prokrastinasi akademik. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 230 siswa remaja awal berusia 12-15 tahun di SMPN 12 Jember yang dipilih dengan menggunakan teknik multistage sampling. Pengukuran nomophobia dilakukan menggunakan instrumen Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) yang terdiri dari 20 item pertanyaan dalam 4 dimensi, sedangkan prokrastinasi akademik diukur menggunakan Multidimensional Academic Procrastination Scale (MAPS15) yang terdiri dari 15 pertanyaan dalam 3 dimensi. Analisis data menggunakan uji Pearson (CI = 95%) dan penelitian telah memperoleh persetujuan etik dari KEPK Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor nomophobia responden sebesar 85,04 ± 18,35 dan skor prokrastinasi akademik sebesar 37,13 ± 6,83. Hasil uji Pearson menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara nomophobia dan prokrastinasi akademik (r = 0,157; p = 0,017). Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kecemasan remaja saat tidak dapat mengakses smartphone, semakin tinggi pula kecenderungan remaja menunda tugas akademik. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi mengenai pengelolaan penggunaan smartphone secara bijak, penguatan kemampuan manajemen waktu, serta peran aktif orang tua dan sekolah dalam membimbing remaja agar dapat mengurangi risiko nomophobia dan perilaku menunda tugas. Penelitian ini memberikan gambaran penting mengenai hubungan nomophobia dengan prokrastinasi akademik pada remaja awal, khususnya di SMPN 12 Jember, sehingga dapat menjadi dasar bagi intervensi pendidikan dan pembinaan perilaku digital yang sehat bagi remaja.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing : Dr. Ns. Emi Wuri Wuryaningsih, M.Kep., Sp.Kep.J.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/8952
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Keperawatan
dc.subjectProkrastinasi Akademik
dc.subjectNomophobia
dc.subjectRemaja
dc.subjectPeran Perawat
dc.titleHubungan Nomophobia dengan Prokrastinasi Akademik Remaja Awal di SMPN 12 Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
ALVINA HANA WINDARI - 222310101050.pdf
Size:
6.69 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: