Hubungan Nomophobia dengan Prokrastinasi Akademik Remaja Awal di SMPN 12 Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Remaja awal merupakan fase perkembangan yang ditandai dengan berbagai
perubahan fisik, psikologis, sosial, serta meningkatnya tuntutan akademik. Pada
tahap ini, siswa Sekolah Menengah Pertama mulai menghadapi tugas akademik
yang lebih kompleks dan dipengaruhi oleh lingkungan, terutama teman sebaya.
Namun, pada tahap ini masih banyak siswa yang menunjukkan perilaku
prokrastinasi akademik, yaitu kecenderungan menunda penyelesaian tugas.
Perilaku ini berdampak pada penurunan produktivitas dan pencapaian akademik
siswa. Seiring dengan perkembangan teknologi, smartphone menjadi bagian yang
tidak terpisahkan dari kehidupan remaja, baik sebagai sarana komunikasi,
pembelajaran, maupun hiburan. Penggunaan smartphone yang semakin meningkat
pada remaja memberikan kemudahan, namun juga berpotensi menimbulkan
dampak negatif seperti nomophobia. Kondisi ini berpotensi mengganggu
konsentrasi, manajemen waktu dan tanggung jawab akademik, sehingga
memperkuat kecenderungan prokrastinasi akademik.
Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian
berjumlah 230 siswa remaja awal berusia 12-15 tahun di SMPN 12 Jember yang
dipilih dengan menggunakan teknik multistage sampling. Pengukuran nomophobia
dilakukan menggunakan instrumen Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) yang
terdiri dari 20 item pertanyaan dalam 4 dimensi, sedangkan prokrastinasi akademik
diukur menggunakan Multidimensional Academic Procrastination Scale (MAPS15) yang terdiri dari 15 pertanyaan dalam 3 dimensi. Analisis data menggunakan
uji Pearson (CI = 95%) dan penelitian telah memperoleh persetujuan etik dari KEPK Fakultas Keperawatan Universitas Jember.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor nomophobia responden
sebesar 85,04 ± 18,35 dan skor prokrastinasi akademik sebesar 37,13 ± 6,83. Hasil
uji Pearson menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara nomophobia dan prokrastinasi akademik (r = 0,157; p = 0,017). Hal ini
mengindikasikan bahwa semakin tinggi kecemasan remaja saat tidak dapat
mengakses smartphone, semakin tinggi pula kecenderungan remaja menunda tugas
akademik. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi mengenai pengelolaan
penggunaan smartphone secara bijak, penguatan kemampuan manajemen waktu,
serta peran aktif orang tua dan sekolah dalam membimbing remaja agar dapat
mengurangi risiko nomophobia dan perilaku menunda tugas.
Penelitian ini memberikan gambaran penting mengenai hubungan
nomophobia dengan prokrastinasi akademik pada remaja awal, khususnya di
SMPN 12 Jember, sehingga dapat menjadi dasar bagi intervensi pendidikan dan
pembinaan perilaku digital yang sehat bagi remaja.
Description
Validasi repository 15 Juni 2026_Bunga/Firly
