Hubungan Latihan Fisik dalam Keluarga dengan Keteraturan Berobat pada Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Bangsalsari Kabupaten Jember
| dc.contributor.author | Aliffia Nuriya Maulina | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-10T03:39:20Z | |
| dc.date.issued | 2024-06-25 | |
| dc.description | Reupload File Repositori 10 Februari 2026_Rudy K/Lia | |
| dc.description.abstract | Hipertensi menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya dan salah satu area prioritas pelaksanaan PIS-PK dalam penanggulangan penyakit tidak menular. Tingginya angka hipertensi salah satunya adalah rendahnya kesadaran seseorang untuk berobat hipertensi secara teratur. Masalah dalam keteraturan berobat klien hipertensi masih rendah yaitu 25,07% yang teratur melakukan pengobatan. Teori Health Belief Model (HBM) adalah teori perubahan perilaku kesehatan dan model psikologis untuk digunakan dalam menentukan perilaku kesehatan yang berfokus pada persepsi dan kepercayaan individu pada suatu penyakit. Perilaku seseorang dalam mencegah adanya penyakit dapat dipengaruhi oleh dukungan untuk bertindak dengan mengubah gaya hidup klien hipertensi dengan melakukan latihan fisik. Latihan fisik yang dilakukan dalam keluarga yaitu setiap anggota keluarga memperoleh manfaat dan terbentuknya kebiasaan penting yang mendorong gaya hidup yang sehat. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara latihan fisik dalam keluarga dengan keteraturan berobat pada hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Bangsalsari Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain menggunakan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini 191 klien hipertensi dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Pada penelitian diukur dengan menggunakan data sosio demografi, kuesioner latihan fisik (Global physical activity questionnaire) GPAQ, kuesioner keteraturan berobat berdasarkan PIS-PK dan Sphyromanometer untuk tekanan darah. Analisa data pada penelitian ini menggunakan uji kolerasi Mann-Whitney. Hasil uji One Sample Kolmogorov-Smirnov Test didaptkan hasil uji normalitas setiap indikator dengan nilai p-value <0,001. Hasil penelitian ini menunjukkan usia responden rata-rata 53 tahun dengan jenis kelamin perempuan (82,7%), tingkat pendidikan responden mayoritas tidak sekolah atau tidak tamat SD (42,6%), pekerjaan mayoritas responden sebagai petani (44%). Responden penelitian rata-rata tidak berolahraga (47,1%). Lama mengalami hipertensi mayoritas ≥ 6 bulan. Tekanan darah sistolik rata-rata 153 mmHg dan diastolik 90 mmHg, sedangkan untuk suhu tubuh rata-rata 36,6˚C, nadi 78x/menit dan pernapasan 20x/menit. Pada kebiasaan merokok, konsumsi tinggi garam, minum obat antihipertensi, mayoritas responden banyak memiliki kebiasaan tidak merokok (84,3%), tidak konsusmsi tinggi garam (79,1%), minum obat antihipertensi (90,6%). Hasil penelitian dari variabel latihan fisik memiliki kategori tinggi (43,5%), sedang (38,7%), dan rendah (17,8%) sedangkan pada variabel keteraturan berobat juga memiliki kategori yang baik (91%). Penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara latihan dengan keteraturan klien hipertensi berobat (p-value 0,085). Pengidentifikasian lebih lanjut dan didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan latihan fisik (aktivitas saat bekerja (p-value 0,040), perjalanan dari tempat ke tempat (p-value 0,011)) dengan keteraturan berobat pada hipertensi. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwasannya setiap indikator latihan fisik memiliki kategori sangat baik. Berdasarkan konsep kesehatan Toeri Health Belief Model (HBM), perilaku kesehatan seseorang yang berhubungan dengan kesehatan, dimana memiliki keinginan untuk menghindari penyakit dan keyakinan bahwa tindakan kesehatan akan mencegah atau menyembuhkan penyakitnya. Berdasarkan hasil penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara latihan dengan keteraturan klien hipertensi berobat, namun terdapat hubungan yang signifikan latihan fisik (aktivitas saat bekerja dan perjalanan dari tempat ke tempat) dengan keteraturan berobat pada hipertensi. Penelitian ini diharapkan latihan fisik dan keteraturan berobat klien hipertensi terus dipantau atau dikontrol agar tetap baik, sedangkan pada latihan fisik yang buruk dan tidak teratur dalam berobat diharapkan untuk merubah gaya hidupnya dengan melakukan latihan fisik dengan baik serta melakukan pemeriksaan atau minum obat antihipertensi secara teratur. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Prof. Ns. Tantut Susanto, S.Kep., M.Kep., Sp.Kom., Ph.D. DPA: Ns. Fahruddin Kurdi, S.Kep., M.Kep. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2562 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | Latihan Fisik | |
| dc.subject | Hipertensi | |
| dc.title | Hubungan Latihan Fisik dalam Keluarga dengan Keteraturan Berobat pada Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Bangsalsari Kabupaten Jember | |
| dc.type | Other |
